Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tidak Diberi Kesempatan Berbicara Saat Rapat Itu Menyebalkan, Ya? (Foto: Shutterstock)
Dream – Sahabat Dream, pernahkah merasa punya banyak ide, namun sulit mengungkapkannya dalam rapat di kantor? Terlebih, sulit mengutarakannya karena rekan kerja nyerocos tanpa henti saat berpendapat.
Kalau sudah begini, yang biasa dilakukan hanyalah diam sambil mendengarkan rekan kerja yang bicara tanpa henti—seolah-olah tidak bernapas ketika berbicara.
Duh, pasti menyebalkan jika berdiskusi dengan orang yang memonopoli pembicaraan. Kesempatan bicara tak ada, hati pun turut menggerutu.
Lalu, bagaimana caranya memotong pembicaraan dengan sopan? Dilansir dari The Muse, Jumat 7 Juli 2017, ada tiga kalimat yang ampuh untuk menyela pembicaraan.
“ Ada yang Ingin Saya Tambahkan”
Berdiskusi dengan orang yang memonopoli pembicaraan ini terasa menyebalkan. Dia seolah-olah menginginkan Anda untuk berkata “ Maaf, bolehkah saya menyela” atau “ Bisakah saya berbicara”. Perlu diingat, orang yang memonopoli pembicaraan bukan berarti orang tersebut bisa menetapkan suatu keputusan. Anda punya peran dan rasanya tidak perlu meminta izin untuk menyelanya. Tapi, apa yang hendak diutarakan itu harus disampaikan dengan jelas.
“ Tolong Berhenti Sebentar”
Tak semua percakapan “ cepat” itu buruk. Faktanya, banyak orang yang menemukan dirinya menggebu0-gebu ketika mengutarakan pendapat. Tanpa sadar, tempo bicaranya pun cepat dan napas tidak beraturan—bahkan mereka bisa lupa kapan jeda untuk mengambil napas.
Jika materi yang diucapkan tidak terlalu jelas karena bicaranya terlalu cepat, tidak ada salahnya jika diinterupsi untuk berhenti sejenak. Dengan begitu, dia akan berhenti dan mulai mengatur napas. Nah, itulah kesempatan Anda untuk berpendapat.
“ Saya Penasaran dengan yang Dipikirkan oleh si A”
Bagi sebagian besar orang, diskusi yang dimonopoli ini memuakkan. Selain harus mendengar orang berbicara dengan cepat, mereka juga tidak mendapat giliran bicara. Jadi, tidak apa-apa untuk menyelanya dengan meminta dia untuk mengulang kembali apa yang dibicarakan, lalu melemparnya kepada peserta lainnya terkait dengan apa yang diutarakan tadi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam