Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Akhir Pekan, Dua Indeks Syariah Justru Melemah.
Dream - Penguatan indeks saham syariah di pasar modal Indonesia tak berlangsung lama. Dengan masih minimnya sentimen, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) kembali merosot jelang libur akhir pekan ini.
Kabar baiknya, transaksi perdagangan saham syariah lebih semarak hari ini, Jumat 7 Juli 2017. Volume dan nilai transaksi perdagangan naik meski mayoritas indeks sektoral turun.
Indeks ISSI menutup perdagnagan harian BEI, dengan melemah 1,576 poin (0,85%) ke level 184,257.Tanda-tanda pelemahan ISSI memang sudah terlihat sejak awal perdagangan. ISSI memulai perdagangan dengan melemah ke level 185,560.
Serupa dengan ISSI, indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), pun ikut merosot. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini turun 6,223 poin (0,82%) ke level 749,015.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai 35,19 juta saham dengan nilai perputaran yang Rp 3,78 triliun.
Bursa saham Indonesia hari in memang dilanda aksi jual saham. Hanya indeks sektor keuangan yang memang menjadi buruan investor asing yang bergerak naik tipis 0,08 persen.
Sisanya, indeks sektoral merosot. Sektor properti dan barang konsumsi terkoreksi paling dalam. Masing-masing sebesar 1,38 persen dan 1,03 persen.
Emiten-emiten syariah yang mencetak top gainer hari ini adalah PTBA yang harga sahamnya naik Rp150 per lembar saham, SMGR Rp75, AKRA Rp25, ANTM Rp15, dan PWON Rp10.
Sebaliknya, yang mencetak top loser adalah UNTR yang harga sahamnya turun Rp900 per lembar saham, UNVR Rp800, LPPF Rp500, AALI Rp75, dan BSDE Rp75.
Di pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 2 poin (0,01%) ke level Rp13.390 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya