Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo Dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo. (Foto: Setkab.go.id)
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak keluarganya dalam perjalanan ke Turki dan Jerman selama 5-9 Juli 2017. Jokowi pun merogoh kocek dari kantongnya sendiri untuk membiayai perjalanan dan akomodasi anggota keluarga dalam perjalanan itu.
Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Kabinet, Bey Machmudin, mengatakan mantan wali kota Solo ini mengajak seluruh keluarga, termasuk satu orang cucunya dalam lawatan ke Turki dan Jerman. Sebelum bertolak, Jokowi pun memberikan arahan kepada Pelaksana Tugas Kepala Sekretariat Presiden, Winata Supriatna, pada Senin 3 Juli 2017.
“ Dalam arahan tersebut, Presiden menegaskan seluruh biaya perjalanan dan akomodasi anggota keluarga Presiden yang turut serta dalam perjalanan ke Turki dan Jerman menjadi tanggungan pribadi Presiden,” kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, dilansir dari setkab.go.id, Senin 10 Juli 2017.
Bey mengatakan anggota keluarga Presiden Jokowi selama penerbangan berada di bagian kompartemen yang selama ini hanya ditujukan bagi Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, sehingga keberadaan mereka tidak mengurangi kapasitas penumpang rombongan resmi Presiden.
Bey mengutip penegasan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno, bahwa sejak awal pemerintahan, Jokowi telah memerintahkan agar dilakukan efisiensi dalam penggunaan anggaran negara termasuk perjalanan dinas Presiden.
“ Perintah Presiden sangat jelas dan tegas untuk efektivitas dan efisiensi. Tidak perlu sewa pesawat walaupun perjalanan sampai ke Amerika Serikat, tim advance yang diperkecil, dan jumlah delegasi yang dibatasi dengan kapasitas pesawat,” kata Pratikno, ditirukan Bey.
Untuk perjalanan jauh seperti ke Amerika Serikat, negara bisa membayar biaya sewa pesawat berbadan besar dari PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero). Mengingat biayanya sangat mahal, Jokowi lebih memilih menggunakan pesawat kepresidenan walaupun harus menambah transit dan waktu tempuh. Kemudian, jumlah delegasi pun dibatasi sesuai dengan kapasitas pesawat kepresidenan yang memuat 42 orang untuk kunjungan ke luar negero. Jumlah ini bukan hanya delegasi inti, tetapi sudah termasuk perangkat kepresidenan lainnya.
“ Jumlah tim advance ke luar negeri juga dikurangi sampai 40 persen dan lebih mengoptimalkan peran Kedutaan Besar Republik Indonesia,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya