Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Ilustrasi
Dream - Dikurung resesi selama tiga tahun terakhir membuat Italia harus segera mendapatkan suntikan dana. Kini, negara tersebut pun mulai berpaling pada keuangan syariah.
Sebuah perusahaan hukum dan penasihat keuangan syariah saat ini diketahui tengah mengkaji adaptasi peraturan surat utang mini yang bisa sejalan dengan pendanaan syariah. Produk ini disiapkan sebagai alternatif pendanaan bank.
Mengutip laman Reuters, Rabu, 16 Februari 2016, resesi selama tiga tahun membuat banyak perusahaan Italia khususnya korporasi kecil keterbatasan pasokan pendanaan. Kondisi ini memicu pencarian alternatif pembiayaan baru diantaranya keuangan syariah.
Lebih dari 95 persen perusahaan Italia yang memiliki pegawai kurang dari 10 orang menggantung sumber dana dari perbankan. Pemerintah sendiri telah mendorong mereka untuk masuk ke pasar modal.
Keuangan syariah sendiri masuk sulit masuk ke berbagai negara di Eropa karena aturan perpajakan yang kurang ramah terhadap transaksi berbasis aset. Hingga kini belum ada satupun perusahaan Italia yang menerbitkan produk syariah.
" Kami memutuskan untuk mulai bekerja dimulai dari sisi regulasi dan membuat kombinasi dalam aplikasi keuangan syariah," ujar Partner and Head of Banking and Finance dari firma hukum Nctm Studio Legale, Stefano Padovani.
Di awal bulan ini, Nctm telah menyewa lembaga pengkajian syariah dari Bahrain untuk membantu merancang struktur instrumen keuangan yang bisa dipakai Italia.
Kebijakan surat utang mini yang dibuat diharapkan bisa membuka jalan dari rintangan yang kerap menghambat perusahaan non publik untuk menggunakan produk sekuritisasi.
Pemerintah Italia sendiri telah memperkenalkan kebijakan ini pada 2012 untuk membantu perusahaan kecil memperoleh sumber pembiayaan.
Sebagai informasi, surat utang mini yang hanya memberikan tenor maksimal tiga tahun kemungkinan bisa digunakan untuk menarik investor muslim dari negara-negara Timur Tengah.
Produk ini kemungkinan akan diklasifikasikan sebagai instrumen hybrid daripada menggunakan nama surat utang syariah (sukuk). Nama itu merujuk pada definisi lembaga Accounting and Auditing Organisation for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) yang berbasis di Bahrain.
Jika instrumen ini menuai sukses, Padovani yakin, hal itu bisa menjadi jalan bagi pengembangan struktur Sukuk di Italia.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
