7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Resesi Kian Mengancam Perekomomian Indonesia. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pandemi Covid-19 membayangi perekonomian di dunia, termasuk Indonesia. Ancaman resesi pun terpampang nyata. Lantas, bagaimana caranya untuk menghadapi ancaman resesi yang kian mendekat?
Principal Consultant and CEO @zapfinance, Prita Hapsari Ghozie, menyarankan anggaran untuk pos dana darurat ditingkatkan. Ini untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dana darurat.
“ Cari yang aman. (Anggaran untuk) dana darurat dikencangkan,” kata Prita dalam “ Virtual Media Briefing Tokopedia: Jurus Investasi Milenial Hadapi Pandemi”, Rabu 14 Oktober 2020.
Menurut Prita, dana darurat ini bisa digunakan untuk kebutuhan tak terduga saat terjadi resesi. Untuk mengumpulkan dana darurat, reksa dana pasar uang bisa digunakan untuk mengumpulkan kekayaan.
Jumlah dana darurat yang dibutuhkan adalah 12 kali dari pengeluaran rutin. Misalnya, pengeluaran rutin per bulan sebanyak Rp5 juta, sehingga dana darurat yang dibutuhkan adalah Rp60 juta.
“ Itu sudah cukup safe,” kata Prita.
Jika ada sisanya, lanjut dia, itu bergantung kepada pemilik dana akan digunakan untuk investasi apa saja. “ Sisanya mau investasi apa. Itu nggak apa-apa,” kata dia.
Prita tak keberatan jika sisa uang dialokasikan untuk investasi saham. Asalkan, investasi sahamnya digunakan untuk tujuan jangka panjang.
“ Tapi, bener-bener yang 10 tahun lagi. Kalau trading, kita nggak cerita,” kata dia.
Prita mengingatkan untuk memiliki emas. Dikatakan bahwa emas bisa menjadi penolong kala resesi.
“ Emas diperlukan saat resesi karena bisa menjadi save haven. Ini juga investasi yang aman,” kata dia.
Emas, lanjut Prita, bisa digunakan untuk menjaga nilai kekayaan supaya tidak tergerus oleh inflasi. “ Emas bisa digunakan untuk menjaga kekayan,” kata dia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?