Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rizal (Foto: Istimewa)
Dream - Memulai suatu usaha tidaklah gampang, tapi juga tidak mustahil untuk sukses. Asal ada tekad dan kemauan kuat, pasti suatu saat akan berhasil. Inilah yang dialami Rizal, pemuda Desa Jemawan, Kecamatan Jati Anom, Klaten, Jawa Tengah, yang sedang menggeluti usaha dibidang jasa otomotif.
Sebelumnya Rizal tidak pernah mengira bisa berada pada posisi saat ini. Rizal yang merupakan anak seorang petani bahkan tidak bisa melanjutkan sekolahnya karena terbentur masalah ekonomi.
Kehidupan keluarganya sangat sederhana, yang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan hasil panen yang tak seberapa.
Sejak kecil, Rizal kerap membantu orangtuanya mengolah sawah, mulai dari menanam, memberi pupuk, memeriksa padi dari hama, hingga memanen setiap musimnya.
Bagi keluarganya, bekerja keras menjadi satu-satunya cara untuk menghidupi keluarga. Mereka sadar bukan keluarga yang berkecukupan, bahkan bisa dikatakan di bawah garis kemiskinan.
Rizal memiliki tekad kuat untuk memperbaiki kondisi perekonomian keluarga. Setelah lulus SMA, Rizal memutuskan ikut bergabung melakukan pelatihan dan pendidikan selama 6 bulan di Rumah Gemilang Indonesia (RGI) jurusan otomotif, sebuah program pengentasan pengangguran pemuda dari LAZ Al Azhar.
Selama menjalani masa diklat bersama santri lainnya, Rizal termasuk santri yang tekun dan memiliki semangat untuk terus belajar.
Pendidikan yang diperolehnya tak hanya sebatas pengetahuan di bidang otomotif saja, namun dari segi agama yang bisa menjadi bekalnya dalam hidup bermasyarakat.
Kegigihannya tak sia-sia. Tahun 2017 ia beranikan diri membuka usaha bengkel.
Mulanya ia melayani perawatan motor dengan tangannya sendiri. Namun, seiring dengan meningkatnya permintaan dari para pelanggan ia mengalami kesulitan melakukan pelayanan.
Ia kemudian mengajak alumni RGI lainnya untuk bergabung membantunya. Usahanya pun kini makin terus berkembang.

Menurutnya, kesuksesan tidak hanya menunggunya tapi harus dijemput dan fokus dalam mencapainya.
“ Alhamdulillah, setelah saya memutuskan untuk membuka bengkel kecil-kecilan ini setidaknya saya bisa membantu perekonomian keluarga dan membuka lapangan pekerjaan untuk para Alumni RGI juga masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Impian Rizal kedepan, dia ingin terus meningkatkan usahanya dengan membuka beberapa cabang bengkel. Dia juga ingin mengajak pemuda desa seusianya yang belum punya pekerjaan agar bisa ikut membantu di bengkel miliknya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya