Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Direktur Asia Pasifik United Nations Development Program (UNDP) Hoaliang Xu memberikan apresiasi pada kesediaan negara-negara di kawasan Asia Pasifik karena telah membuka jalan penerapan pembiayaan nasional yang terkait perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan di dunia.
“ Misalnya, Kerangka Fiskal Mitigasi Kementerian Keuangan Republik Indonesia merupakan yang pertama di dunia dan negara-negara di kawasan ini juga mengembangkan kerangka kerja pendanaan perubahan iklim yang serupa,” ujar Hoaliang Xu saat membuka Asian Pasific Regional Forum on Climate Change for Sustainable Development di Jakarta, Selasa 1 September 2015.
Adapun kerangka kerja tersebut dilaksanakan dengan memprioritaskan pembiayaan publik domestik dan internasional untuk perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.
Sebagai dukungan atas bentuk kebijakan tersebut, UNDP bersama pemerintah Inggris dan Swedia senantiasa membantu pemerintah negara di kawasan Asia Pasifik untuk mengintegrasikan perubahan iklim dalam anggaran nasional. Juga dengan memberikan bantuan finansial dengan membentuk lembaga Green Climate Fund (GCF).
“ UNDP sudah mulai membantu negara-negara mengakses pendanaan iklim melalui GCF, membangun portofolio program iklim kami sebesar lebih dari USD 1 miliar dolar secara global,” tandas Hoaliang Xu.
Namun, kata Hoaliang Xu, kerangka pembiayaan nasional yang mengaitkan kondisi perubahan iklim di dalamnya ini tidak boleh meminggirkan kebutuhan masyarakat. Terutama untuk mengatasi kemiskinan dan ketidaksetaraan ekonomi.
“ UNDP bekerjasama dengan sejulah pemerintah di kawasan ini untuk memastikan bahwa pembiayaan iklim mencapai kaum miskin. Misalnya, mendukung pemerintah daerah untuk merencanakan dan memberikan investasi yang khusus ditujukan kepada kaum miskin dan yang rentan terhadap iklim,” pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya