Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Petugas PLN Mengecek Aliran Listrik (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)
Dream - Pelanggan listrik di Tanah Air bulan ini bakal sedikit bernapas lega. PT PLN (Persero) memutuskan menurunkan Tarif Tenaga Listrik (TTL) pada September 2015.
Mengutip situs PLN, Selasa, 1 September 2015, tarif listrik bulan ini bakal mengalami penyesuaian harga menggunakan tariff adjustment.
Penurunan tarif ini didasarkan tiga pertimbangan yatu kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) yang cenderung melemah dari Rp 13.313 pada Juni 2015 menjadi Rp 13.375 per dollar AS pada Juli 2015.
Pertimbangan kedua adalah patokan harga minyak Indonesia (ICP) yang turun menjadi US$ 51,82 per barel pada Juli 2015. Terakhir, laju inflasi Juli 2015 yang naik menjadi 0,93 persen.
Berikut adalah tarif baru listrik untuk September 2015:
1. Golongan Tegangan Rendah (TR) yang terdiri dari:
- Golongan R-2 dengan daya 3.500 VA sampai 5.500 VA,
- Golongan R-3 dengan daya 6.600 VA ke atas
- Golongan B-2 dengan daya 6.600 VA hingga 200 Kilo Volt Ampere (kVA)
Akan mengalami penyesuaian Rp 23,17 per kilo Watt hour (kWh) dari Rp 1.546,60 per kWh, menjadi Rp 1.523,43 per kWh.
2. Golongan Tegangan Menengah (TM)
- B-3 dengan daya di atas 200 kVA
- Golongan I-3 dengan daya di atas 200 kVA,
tarif listriknya menurun dari Rp 1.218,26 per kWh menjadi Rp 1.200,01 Rp per kWh.
3. Golongan I-4/Tegangan Tinggi (TT) dengan daya 30.000 kVA ke atas, tarifnya menurun dari Rp 1.086,12 per kWh menjadi Rp 1.069,85 per kWh.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya