Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Nilai aset sektor keuangan Islam diperkirakan akan meningkat sebesar 80 persen selama lima tahun ke depan. Diperkirakan nilainya akan mencapai US$ 3,24 triliun pada tahun 2020, menurut temuan awal laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) yang dikutip dari Arab News, Senin, 31 Agustus 2015.
Laporan yang dikeluarkan Dubai Islamic Economy Development Centre (DIEDC) bekerja sama dengan Thomson Reuters dan DinarStandard tersebut akan dipublikasikan menjelang pertemuan Global Islamic Economy Summit (GIES) ke-2, yang berlangsung di Dubai Oktober ini.
GIES 2015, yang diselenggarakan oleh Dubai Chamber, DIEDC dan Thomson Reuters, diperkirakan akan dihadiri oleh lebih dari 2.000 pembuat kebijakan, cendekiawan dan pemimpin bisnis pada 5 dan 6 Oktober di Madinat Jumeirah, Dubai.
Seperti diketahui, keuangan Islam dianggap sektor yang paling berkembang dalam berbagai pilar ekonomi Islam. Pertumbuhan ekonomi syariah global secara luas diukur dengan nilai aset keuangan Islam.
Berdasarkan Islamic Finance Development Indicator (IFDI 2015) Thomson Reuters, pada tahun 2014, aset keuangan Islam memiliki nilai perkiraan sebesar US$ 1,8 triliun yang terdiri dari perbankan syariah sebesar 74 persen dan sukuk sebesar 16 persen.
Menurut proyeksi Thomson Reuters, keuangan Islam diperkirakan akan tumbuh mencapai US$ 3,2 triliun pada tahun 2020, dengan perbankan syariah mencapai nilai sebesar US$ 2,6 triliun.
Jumlah lembaga keuangan Islam yang beroperasi secara global telah mencapai 1.143 unit, yang terbagi antara 436 bank syariah, 308 lembaga takaful dan 399 lembaga keuangan Islam lainnya, seperti perusahaan pembiayaan dan investasi.
Sebagian besar lembaga keuangan Islam ini berdiri di negara-negara anggota Dewan Kerjasama Negara-negara Teluk (GCC) dan Asia Tenggara.
Sementara sisanya berada di antara negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) lainnya, Asia Selatan dan daerah lainnya. Sebagian aset keuangan Islam dikuasai oleh Arab Saudi, Iran, Malaysia dan Uni Emirat Arab.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya