Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Filantropi Amerika Serikat
Dream - Geger aksi Tiongkok mengguncang ekonomi dunia telah membuat 400 orang terkaya di dunia kehilangan harta kekayaan mereka yang totalnya mencapai US$ 124 miliar. Namun, satu orang saudagar kaya justru berhasil lolos dari gempuran itu.
Adalah Pangeran Arab Saudi Alwaleed bin Talal Al Saud, orang terkaya dari Arab Saudi yang diklaim berhasil lolos tanpa cedera dari goncangan ekonomi dunia tersebut.
Bloomberg Billionaires Index, yang memeringkat orang terkaya di dunia berdasarkan pasar dan perubahan ekonomi, melaporkan kekayaan Pangeran Alwaleed tetap utuh, tanpa kehilangan sedikit pun selama krisis terburuk yang menghantam Cina.
Perusahaan Pangeran Alwaleed bahkan mencatatkan keuntungan. Hal itu bisa dilihat dari kekayaannya yang tumbuh 5,3 persen atau US$ 1,4 miliar sepanjang tahun ini. Bahkan dalam 24 jam terakhir, kekayaannya meningkat US$ 81,9 juta.
Awal pekan lalu, Bloomberg Billionaire Index yang terus memperbarui data kekayaan para hartawan dunia mencatat kekayaan 24 miliarder turun lebih dari sepuluh digit. Orang terkaya dunia sekaligus pendiri Microsoft Bill Gates dilaporkan turun US$ 3,2 miliar. Sementara bos Amazon Jeff Bezos kehilangan US$ 2,6 miliar.
Orang terkaya di Asia, Wang Jianlin -ketua pengembang real estate terbesar di China Dalian Wanda Group, kehilangan US$ 3,6 miliar.
Bank Sentral China berusaha untuk menenangkan gejolak baru-baru di pasar saham negara tersebut dengan memotong suku bunga pinjaman utamanya sebesar 0,25 poin persentase menjadi 4,6 persen.
Kerugian yang dramatis dan volatilitas di Cina telah menyebabkan penurunan tajam di Asia dan Amerika Serikat selama hari terakhir.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
