Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa saham syariah terus bergerak menguat selama empat hari berturut-turut. Meski saham komoditas tertekan, aksi beli jelang penutupan melesatkan laju indeks syariah.
Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS masih belum keluar dari tekanan. Meski sempat menguat, rupiah tertahan di level 14.030 per dollar AS.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 31 Agustus 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 2,505 poin (1,79%) ke level 142,306.
Laju ISSI di awal pekan ini sedikit memberi harapan bagi pelaku pasar. Alasannya, ISSI nyaman di zona hijau dengan hanya menyentuh level terendah di 139,876.
Aksi buru investor sukses mendorong 122 emiten syariah mencetak kenaikan harga saham. Sisanya, 67 emiten penghuni ISSI bergerak melemah dan 41 lainnya tak mengubah posisi.
Transaksi saham syariah awal pekan ini mencapai Rp 3,97 triliun dengan 42,18 miliar saham berpindahtangan.
Lompatan signifikan sukses dicetak saham-saham bluechips syariah. Naik 12,198 poin (2,08%), Jakarta Islamic Index (JII) melesat ke level 598,284.
Indeks JII sore ini didominasi 22 emiten yang bergerak menguat. Sisanya, 8 emiten terserang aksi jual investor.
Emiten pencetak kenaikan harga saham tertinggi dihuni oleh UNVR yang menguat Rp 1.725 per saham. Top gainer lainnya adalah UNTR Rp 1.300, LPPF Rp 825, SILO Rp 675, dan ICBP Rp 450 per saham.
Sebaliknya, emiten komoditas mendominasi daftar top losser yang dipimpin oleh AALI dengan koreksi Rp 950 per saham. Top losser lainnya adalah SMGR Rp 100, ITMG Rp 50, ADRO Rp 25, dan KLBF Rp 15 per saham.
Penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga kembali menorehkan hasil positif. IHSG ditutup mengat 63,406 poin (1,43%) ke leel 4.509,607.
Kembali menyentuh level 4.500, IHSG tercatat sudah melaju positif selama lima hari berturut-turut.
Lantai bursa saham relatif ramai oleh aksi jual beli investor yang bertransaksi senilai Rp 6,32 triliun dengan 56,69 miliar saham berpindahtangan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya