Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibu Rumah Tangga Memegang Peranan Penting Dalam Belanja Rumah Tangga.
Dream – Berbicara belanja rumah tangga, peran wanita, dalam hal ini ibu rumah tangga, sangat penting. Hampir semua ibu rumah tangga di Indonesia menjadi pembuat keputusan belanja rumah tangga.
Founder dan CEO Tickled Media, Roshni Mahtani, mengatakan theAsianparent melakukan riset tren online kepada lebih dari 1.000 ibu-ibu digital masa kini.
“ Seperti ibu-ibu di negara-negara Asia lainnya, ibu di Indonesia semakin aktif mengkonsumsi internet dan semakin cerdas digital,” kata Roshni di Jakarta, ditulis Kamis 14 September 2018.
Laporan itu menunjukkan 99 persen ibu di Indonesia menjadi penentu belanja rumah tangga. Angkanya meningkat 1 persen dari tahun lalu yang sebesar 98 persen.
Ada juga peningkatan penggunaan internet sebanyak 48,7 persen dan kebiasaan menonton TV turun sampai 78,5 persen.
Situasi ini memberikan peluang sekaligus tantangan bagi merek yang ingin menjangkau ibu rumah tangga dan mempengaruhi keputusan belanja, baik untuk kebutuhan pribadi maupun keluarga.
“ Pemasaran ke ibu rumah tangga masa kini harus dilakukan secara digital dulu,” kata dia.
Head of Content Tickled Media, Putri Fitria, mengatakan ibu-ibu " zaman now" dikenal sebagai pembuat keputusan utama tentang pembelian keperluan di rumah mereka. Istilah kerennya, Chief Household Officer (CHO).
“ Setiap brand tidak dapat mengabaikan kenyataan bahwa dalam kebiasaan digital ini merupakan tren baru yang harus diperhatikan dalam strategi pemasaran,” kata Putri.
(ism, Laporan: Erisa Riyana)
Dream – Belanja untuk menyambut hari raya merupakan hal yang menyenangkan dan telah membudaya di Indonesia. Semakin menyenangkan karena banyak tenant yang menggelar beragam promo dengan diskon besar-besaran.
Siapa yang tak tertarik datang ke pusat perbelanjaan dengan tawaran diskon yang membuat hati goyah.
Namun di sinilah masalahnya. Semakin banyak pilihan belanja, kamu akan semakin bingung. Bukannya menghabiskan lebaran dengan hati senang, malah kamu pusing dengan tagihan kartu kredit atau dompet yang semakin tipis.
Sebelum kamu terjebak dalam fenomena tahunan itu, ada empat tips belanja yang bisa kamu ikuti dari Mastercard, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 12 Juni 2018.
Yang pertama, tentukan anggaran, barang dan toko tujuan sebelum pergi berbelanja. Selain lebih mudah dan efektif, penentuan anggaran ini akan sangat berguna untuk membantumu tetap pada rencana awal. Lihatlah transaksi sebelumnya dan buatlah rencana belanja dengan baik.
Yang kedua, proaktif. Diskon dan penawaran menarik selalu ada. Oleh karena itu, lakukanlah riset secara online untuk menemukan diskon dan penawaran terbaik saat ini maupun yang akan datang. Lalu, susun jadwal belanja. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan penawaran terbaik untuk produk yang ingin didapatkan. Kalau mau belanja online, pastikan situs e-commerce tujuan memiliki ikon gembok alias jaringan koneksi internetnya aman.
Ketiga, menjaga keamanan kartu. Pastikan kamu terhubung dengan jaringan Wifi pribadi ketika melakukan pembayaran, baik melalui ponsel ataupun laptop. Hal ini dapat membantu memastikan detail kartu Anda tetap aman dan terjaga.
Keempat, tetap waspada setiap saat. Pembeli yang cerdas tidak hanya tahu bagaimana cara meminimalisir penipuan, tetapi juga mengetahui bagaimana cara menanggulangi hal tersebut jika terjadi. Perhatikan saran atau informasi keamanan terbaru dan pastikan kontak bank selalu dalam genggaman, sehingga kamu dapat langsung menghubungi bank tersebut jika menghadapi sebuah masalah. Dengan demikian, kamu dapat berbelanja dengan aman dan nyaman.
(Sah)
Dream - Pernah membeli pakaian tapi ukurannya ternyata salah dan baru diketahui ketika mencobanya di rumah? Kalian mungkin pernah berada dalam situasi seperti itu. Terutama ketika membelinya secara online.
Tapi, ukuran pakaian tidak hanya bisa salah saat dalam proses pengiriman saja. Ukuran pakaian yang baru dibeli bahkan bisa kekecilan atau kebesaran setelah kalian mencucinya.
Dilansir dari laman BrightSide.me, Dream mengumpulkan 4 kesalahan yang sering dilakukan saat berbelanja pakaian secara online.
Tidak hanya kesalahan, ada juga tips untuk memilih ukuran pakaian yang pas di badan. Berikut ulasannya:
1. Tidak Mengetahui Ukuran Badan

Saat membeli pakaian, sebagian orang mungkin tidak tahu ukuran beberapa bagian badannya. Padahal ini adalah modal penting untuk bisa mendapatkan pakaian yang sesuai dengan ukuran badan. Pertama, kalian harus mengetahui salah satu ukuran dari lingkar panggul, lingkar pinggang, lingkar dada, atau lingkar leher.
Setelah itu bandingkan dengan tabel ukuran badan yang sudah menjadi standar internasional di bawah ini. Pilih ukuran badan dengan standar ukuran yang ada. US untuk ukuran Amerika Serikat, INT untuk ukuran Internasional, EU untuk ukuran Eropa. Di Indonesia biasanya mengikuti ukuran standar Internasional atau Eropa.

2. Tidak Mengacuhkan Rekomendasi Toko

Saat memilih pakaian secara online, selalu ingatkan dalam hati bahwa meski bentuknya sama, tapi ukuran setiap toko mungkin berbeda satu sama lainnya. Setiap toko online mungkin memiliki tabel ukuran pakaian sendiri yang harus menjadi pertimbangan saat akan membelinya.
3. Saat Memilih Pakaian Tidak Memperhatikan Bahan

Ketika membeli pakaian secara online, sebaiknya perhatikan bahannya. Karena ada beberapa jenis bahan yang akan mengecil atau mengembang setelah dicuci.
Bahan kapas dan wol cenderung mengecil setelah dicuci. Tetapi pakaian berbahan sintetis dan katun akan mengembang setelah dicuci. Selalu perhatikan rekomendasi pabrik saat memperlakukan pakaian. Rekomendasi ini biasanya bisa dilihat pada label atau tag pada pakaian bersangkutan.
4. Tidak Mengukur Kaki dengan Benar

Saat membeli sepatu secara online, ukur kaki dari tumit hingga ujung kaki yang paling panjang. Ukur panjang kedua kaki karena kebanyakan orang tidak memiliki ukuran kaki yang identik. Jika perlu, pilih sepatu dengan ukuran yang lebih besar.
Parameter lain yang sangat penting adalah lebar. Salah satu sistem yang paling populer adalah sistem Amerika karena sangat sederhana: N - sempit, M - sedang, W - lebar.
Berikut tabel ukuran sepatu sesuai standar Amerika, Eropa dan Internasional. Untuk Indonesia biasanya memakai standar Eropa.

(ism, Sumber: Bright Side)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya