Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rupiah Dan Indeks Syariah Kompak Menghijau.
Dream - Indeks syariah kembali bergerak sumringah pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 22 November 2018. Meski dibayangi sentimen negatif dari kawasan Eropa, investor masih percaya diri terjun ke lantai bursa.
Melantainya pelaku pasar ke bursa saham dipicu oleh sentimen positif dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Aksi beli pemodal asing turut menambah keyakinan investor.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat menutup perdagangan dengan menguat tipis 0,554 poin (0,31%) ke level 177,516. ISSI mengawali perdagangan dengan bergerak fluktuatif di jam-jam awal perdagangan. Berulang kali ISSI sempat terpeleset ke zona merah dengan level terendah di 176,433.
Memasuki sesi perdagangan siang, ISSI mulai bergerak mantap di zona positif. ISSI terus bergerak menguat hingga sesi penutupan perdagangan. Aksi beli saham syariah membuat ISSI sempat bertengger di level 177,647.
Dua indeks bluechips syariah juga bergerak menguat di perdagangan hari ini. Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), terangkat 4,413 poin (0,66%) ke level 668,026.
Indeks JII70, menanjak 1,119 poin (0,51%) ke level 220,282.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh 42,758 poin (0,72%) ke level 5.990,810.
Saham-saham syariah senilai total Rp3,78 triliun hilir mudik di bursa. Perdagangan hari ini mentransaksikan 43,31 miliar lembar saham.
Mayoritas indeks sektoral berkilau. Investor lebih suka memainkan sahamnya di sektor properti dan keuangan. Kedua saham sektoral ini melesat 1,48 persen dan 1,35 persen.
Kenaikan indeks ini diikuti oleh industri dasar sebesar 1,25 persen dan pertanian 1,06 persen.
Saham pertambangan terkoreksi 1,577 persen, industri aneka 0,13 persen, dan perdagangan 0,12 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah GMTD yang harga sahamnya terangkat Rp775, SMGR Rp725, INTP Rp350, AALI 275, dan INDF Rp250.
Harga saham ITMG terkoreksi Rp400, SOSS Rp325,INDR Rp220, INDY Rp220, dan CPIN Rp175.
Dari pasar uang, rupiah kembali perkasa terhadap dolar AS. Pada pukul 16.11, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah turun 30 poin (0,21%) ke level Rp14.572.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya