BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Penguatan Rupiah Memberikan Sedikit Angin Segar Bagi Indeks Keping Biru Syariah. (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks bluechip syariah sedikit sumringah menutup perdagangan harian Bursa Efek Indonesia, Selasa 12 Maret 2019. Namun penguatan ini tak berhasil diikut Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang masih bergerak lemah.
Tekanan jual yang masih terjadi di lantai bursa membuat ISSI gagal melaju ke zona hijau jelang penutupan perdagangan.
Sentimen penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS belum menghilangkan kecemasan investor.
Indeks ISSI menutup perdagangan dengan melemah 0,094 poin (0,05%) ke level 188,301. ISSI bergerak naik turun setelah dibuka menghijau di level 189,105.
Sedikit berbeda dari perdagangan awal pekan kemarin, ISSI sempat melakukan perlawanan jelang penutupan sesi pagi. Di penutupan sesi pertama ini, ISSI berhasil ditutup menguat di level 188,51.
Namun tekanan jual kembali datang di pembukaan sesi siang. ISSI yang menguat terbatas akhirnya terseret aksi jual investor dan sempat jatuh ke posisi terendah di 187,489. Hingga sesi penutupan, ISSI tak lagi mampu keluar dari teritori negatif.
Kondisi berbeda dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Meski sempat bergerak di dua zona, indeks 30 emiten unggulan syariah ini naik tipis 0,377 poin (0,05%) ke level 690,465.
Hal yang sama dialami Indeks JII70 yang naik 0,056 poin (0,02%) ke level 231,159.
Masih adanya tekanan jual di lantai bursa membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berakhir muram. IHSG terkoreksi 12,660 poin (0,19%) ke level 6.353,774.
Emiten sektor industri masih menjada pemberat laju indeks syariah. Bersama sektor perdagangan dan keuangan, indeks sektor industri dasar bergerak melemah 1,13 persen, 0,86 persen, dan 0,40 persen.
Sebaliknya, indeks sektor barang konsumsi menanjak 0,55 persen dan infrastruktur 0,31 persen.
Harga saham BYAN meningkat Rp800 dan memimpin daftar top gainer saham syariah di BEI. Disusul UNVR yang naik Rp575, TCPI Rp275, AKRA Rp150, dan PNSE Rp140.
Sedangkan harga saham UNTR turun Rp625, SRTG Rp620, INTP Rp375, MAPA Rp300, LPCK Rp290.
Dari pasar keuangan, kurs dollar AS hingga perdagangan pukul 16.06 bergerak melemah. Mata uang Nusantara menguat tipis 26 poin (0,18%) ke level Rp14.264 per dolar AS.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
