Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketiga Indeks Syariah Kompak Menguat Hari Ini. (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) berbalik menguat meski tanpa katalis cukup signifikan. Saham di sektor industri aneka menjadi motor penggerak bursa akibat munculnya aksi beli investor.
Perdagangan bursa hari ini, Kamis, 24 Januari 2019, relatif lebih banyak digerakkan oleh sentimen teknikal. Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Alfred Nainggolan dalam analisanya menilai, performa indeks saham BEI memang relatif bergerak tebatas dibandingkan penguatan beberapa hari sebelumnya.
Alfred memperkirakan kondisi eksternal relatif kondusif dan tak ada katalis signifikan yang bisa memacu aksi beli besar-besaran pelaku pasar.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) bergerak menanjak 0,793 poin (0,41%) ke level 192,558. Laju penguatan ISSI berlangsung sejak sesi pembukaan dimulai.
Dibuka menguat di level 192,054, ISSI terus melesat dan bertengger di level 192,873.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang kemarin menghadapi tekanan jual besar dari investor juga mulai kembali pulih. JII ditutup menguat 3,256 poin (0,45%) ke level 724,569.
Hal sama dicapai Indeks JII70 yang merangkak 1,537 poin (0,64%) ke level 241,645.
Secara keseluruhan, lantai bursa saham Indonesia hari ini memang kebanjiran dana investor khususnya pemodal asing. Tak kurang dari Rp11 triliun dana mengalir ke lantai bursa. Investor asing mencatat nilai beli bersih Rp310 miliar.
Aliran dana tersebut mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 15,485 poin (0,24%) ke level 6.466,655.
Sektor industri aneka menjadi motor penggerak perdagangan bursa hari ini usai meroket 2,42 persen. Diikuti industri dasar 0,66 persen, barang konsumsi 0,34 persen, dan perdagangan 0,32 persen.
Sebaliknya, indeks infrastruktur beringsut 0,89 persen, pertanian 0,44 persen, dan properti 0,08 persen.
Pencetak top gainer kali ini adalah ICBP yang harga sahamnya meningkat Rp375, ASII Rp250, AKRA Rp240, LPCK Rp230, dan LPPF Rp175.
Sedangkan yang menjadi top loser adalah MKPI yang harga sahamnya merosot Rp1.975, BRAM Rp775, TCID Rp750, LPIN Rp215, dan SHID Rp200.
Dari pasar uang, rupiah kembali terangkat. Pada pukul 16.05, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah melemah 44 poin (0,31%) ke level Rp14.136 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya