Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (ANTARAFOTO.com)
Dream - Kurs rupiah dalam beberapa hari terakhir terus rontok. Hari ini, laju dolar AS yang menguat seiring isu kenaikan suku bunga The Fed mendorong rupiah jatuh di atas level 13.600 per dolar AS.
Data perdagangan Bloomberg, Selasa, 24 Mei 2016 menunjukan rupiah sempat jatuh ke level terendah di 13.631 per dolar AS pada pukul 09.30 WIB. Laju upiah terus bergerak melemah sejak level pembukaan.
Dari sumber yang sama, rupiah dibuka di level 13.573,50 per dolar AS. Hingga perdagangan pukul 09.35 WIB, rupiah masih bertengger di level 13.630 per dolar AS.
Data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar (JISDOR) Bank Indonesia juga menunjukan tren penurunan rupiah. Kemarin (Senin, 23 Mei 2016), rupiah di pasar lokal diperdagangkan di level 13.607 per dolar AS.
Posisi kurs rupiah JISDOR ini merupakan yang terendah sejak 9 Februari 2016. Kala itu rupiah rontok ke level 13.689 per dolar AS.
Head of Research NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI), Reza Priyambada menilai laju rupiah yang belum keluar dari teritori negatif dipicu belum adanya sentimen positif yang diperoleh pelaku pasar.
Kondisi semakin berat seiring melemahnya harga komoditas pasca kembali melemahnya laju harga minyak mentah dunia.
" Laju rupiah kembali diuji batas pelemahannya. Meski masih dalam tren melemah namun terlihat sudah mulai terbatas," ujar Reza.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya