Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dream - Bursa saham syariah Indonesia memulai akhir pekan dengan ceria. Bergerak positif sepanjang perdagangan, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat.
Penguatan juga ditandai dengan aksi asing yang menambah porsi belanja mereka. Hingga sesi penutupan, asing mencetak nett buy Rp 176 miliar.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 23 Mei 2016, indeks ISSI menanjak 1,032 poin (0,67%) ke level 154,321.
Kenaikan lebih tinggi dicetak indeks saham bluechips syariah, JII, yang menguat 5,983 poin (0,95%) ke level 638,891.
Penguatan kedua indeks syariah ini terjadi di tengah transaksi bursa yang sedikit mengendur. Kondisi regional yang tak mendukung membuat investor menahan diri melantai di bursa saham.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 2,53 triliun dengan 23,67 miliar saham yang berpindahtangan. Dari transaksi beli berhasil mengangkat 103 emiten syariah ke zona hijau. Sisanya, 64 emiten ISSI bergerak melemah dan 65 lainnya bertahan stagnan.
Sebagian besar indeks sektoral juga bergerak menguat dipimpin emiten infrastruktur yang naik 1,32 persen. Disusul sektor keuangan yang kembali diburu investor dengan kenaikan 0,96 persen, dan properti serta perdagangan 0,70 persen.
Sementara indeks sektor industri mengalami koreksi sebesar 0,35 persen dan pertanian 0,13 persen.
Emiten unggulan syariah yang sukses mencetak kenaikan tertinggi di awal pekan ini adalah INVR yang menguat Rp 425, UNTR Rp 375, LPPF Rp 300, ITMG Rp 250, dan WIKA Rp 190.
Di zona merah bertengger saham bluechips syariah seperti INTP yang turun Rp 250, SILO Rp 200, SMGR Rp 175, WSKT Rp 20, dan LPKR serta SSMS masing-masing Rp 5 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah masih menghadapi tekanan berat di awal pekan ini. Sempat turun ke level terendah di 13.630, kurs rupiah sore ini ditutup menguat 36 poin (0,26%) menjadi 13.571 per dolar AS.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan