Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penguatan Rupiah Membawa Indeks Syariah Terbang Tinggi. (Foto: Shutterstock)
Dream - Sentimen dalam dan luar negeri menjadi motor baru pergerakan bursa saham Indonesia. Data pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 5,17 persen membuat investor bersemangat terjun ke lantai bursa usai libur Tahun Baru China.
Angin positif juga berhembus dari luar negeri. Kepala Riset PT Samuel International, Harry Su seperti dikutip dari Liputan6.com, menuturkan, penguatan bursa saham Amerika Serikat yang terjadi usai pertemuan pimpinan bank sentral AS Jerome Powell dengan Presiden AS Donald Trump turut mempunyai andil bagi pergerak bursa.
Kabar baik juga datang dari pasar keuangan. Rupiah terus menggempur dolar AS. Mata uang Garuda ini berhasil menekan dolar AS di bawah Rp14 ribu.
Banjir sentimen positif tersebut membuat indeks acuan saham syariah juga turut bergerak menguat.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 2,539 poin (1,32%) ke level 195,093.
ISSI perkasa seharian setelah menghijau di level 193,306 saat perdagangan dimulai. ISSI menyentuh level tertinggi di 195,337.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), meroket 10,103 poin (1,41%) ke level 726,181. Indeks JII70 menanjak 3,427 poin (1,43%) ke level 243,556.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan tengah pekan ini dengan naik 66,426 poin (1,02%) ke level 6.547,877.
Apresiasi rupiah menjadi sentimen positif bagi pasar modal syariah. Investor ramai-ramai melantai di bursa.
Seluruh saham sektoral menguat. Aksi beli saham banyak terjadi di sektor infrastruktur, properti, dan industri dasar. Ketiga indeks ini melesat masing-masing 2,88 persen, 2,09 persen, dan 1,44 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp725, SMGR Rp650, UNTR Rp400, KAEF Rp390, dan JSMR Rp280, dan ISAT Rp200.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah BYAN Rp800, DSSA Rp200, ARTA Rp165, CPIN Rp100, dan MKPI Rp75.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah menguat. Pada pukul 16.08, kurs dolar AS melemah 20 poin (0,14%) ke level Rp13.935 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya