Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Alhamdulillah, Rupiah Dan Indeks Syariah Sama-sama Menguat. (Foto: Pixabay)
Dream - Rupiah menjadi bintang pasar uang Asia pada perdagangan hari ini (Kamis, 13 Desember 2018). Sentimen tersebut turut mendongkrak laju indeks syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kembali kompak menguat.
Emiten di sektor infrastruktur dan industri menjadi motor penggerak perdagangan bursa saham.
Papan perdagangan BEI mencatat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menguat 2,253 poin (1,25%) ke level 182,991. ISSI terus naik setelah dibuka menghijau di level 181,245.
Maraknya aksi beli investor membuat ISSI sempat bertengger di level tertinggi 675,990.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga turut melesat 11,846 poin (1,76%) ke level 684,409. Sementara Indeks JII70 naik 3,782 poin (1,69%) ke level 227,869.
Dengan maraknya aksi beli investor, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin perkasa menapak lebih lebi tinggi. IHSG hari ini menanjak 62,143 poin (1,02%) ke level 6.177,720.
Perdagangan saham syariah kali ini cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp4,59 triliun dari 54,36 miliar lembar saham yang berpindah tangan.
Investor lebih suka bermain saham di saham infrastruktur, industri aneka, dan industri dasar. Ketiga sahamnya terkerek 2,02 persen, 1,94 persen, dan 1,48 persen. Penguatan saham juga dialami pertambangan dan manufaktur sebesar 1,2 persen dan 1,09 persen.
Hanya ada satu indeks yang terkoreksi, yaitu perdagangan sebesar 0,11 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer adalah CPIN yang harga sahamnya menanjak Rp450, UNVR Rp425, KAEF Rp300, SCCO Rp275, dan ASII Rp200.
Investor lebih suka melepas saham GMTD dan DSSA. Harga kedua saham ini melemah masing-masing Rp1.475 dan Rp1.225. Pelemahan harga saham ini diikuti oleh MERK sebesar Rp400, FASW Rp200, dan MAPA Rp150.
Bagaimana dengan rupiah? Rupiah " berjaya" di level Rp14.450.
Pada pukul 16.21, dolar AS akhirnya harus mengakui kekuatan mata uang Nusantara yang hari ini menjadi bintangnya di Asia. Rupiah bergerak menguat 143 poin (0,98%) ke level Rp14.454.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya