Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemilik Lion Air, Rusdi Kirana, Membeberkan Suratnya Kepada Boeing. (Foto: Setkab.go.id)
Dream – Pemilik Lion Air Mentari (Lion Air Group), Rusdi Kirana mengakui telah menyurati produsen pesawat Boeing berisi keberatannya dengan jawaban perusahaan seputar kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP.
Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Rusdi menyebut produsen pesawat ini memberi perlakukan tak adil pada maskapainya.
“ Itu sangat licik dan tidak pantas. Yang saya pikir tanpa etika,” kata dia dikutip dari Bloomberg, Rabu 12 Desember 2018.
Sekadar informasi, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebut pilot penerbangan PK-LQP kebingungan mengoperasikan pesawat. Maskapai ini juga diminta untuk meningkatkan budaya keselamatannya.
Sementara Boeing menanggapi bahwa pilot pesawat berjuang untuk mendapatkan kontrol pesawat. Ketika itu, hidung pesawat naik turun. Produsen ini tak menyebutkan sistem baru 737 Max 8 yang diaktifkan oleh data yang salah dari sensor.
Jawaban Boeing ini membuat Rusdi sakit hati. Dikatakan bahwa Boeing menciptakan opini bahwa maskapai ini tidak merawat pesawat dengan baik.
“ Mereka melakukannya untuk salah satu pelanggan terbesar. (Boeing) membuat opini bahwa kami tidak memelihara pesawat dengan baik,” kata dia.
CEO Boeing, Dennis Muilenburg, mengatakan situasi saat ini merupakan kondisi sulit bagi Lion Air. Pihaknya tetap berkomunikasi dengan maskapai itu untuk menemukan solusi.
“ Ini adalah situasi yang sulit dan dapat dimenegerti bahwa ada beberapa tantangan di sekitar itu. Tapi, ini adalah pelanggan yang sangat dihormati. Kami terus berkomunikasi dengan Lion Air,” kata Muilenburg.
Dia mengatakan pembatalan pesawat senilai US$22 miliar –sisa pemesanan pesawat Lion—tidak semudah itu. “ Kami akan berusaha menyelesaikan ini. Tentu saja, semua kontrak ini adalah pengaturan jangka panjang. Ini bukan hal-hal yang dapat eksklusif dibatalkan oleh kedua belah pihak,” kata Muilenburg.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya