5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi Tanaman Cabai. (Foto: Pixabay)
Dream – Tak ada yang lebih menyenangkan daripada bekerja dengan skuat. Misalnya, empat sekawan ini. Mereka memutuskan untuk bekerja sama membangun pertanian cabai.
Dikutip dari World of Buzz, Kamis 13 Desember 2018, seorang pria bernama Mohd Safri Mahmud, mulai menanam cabai di lahan sempit dekat rumahnya setahun yang lalu. Kini, tanaman cabainya sudah mencapai 1.800 batang.
Melihat tanaman cabainya tumbuh cukup baik, Safri memanggil tiga sahabatnya, Mohd Amiludin, Mohd Irfan, dan Mohd Shafiq, untuk berdiskusi terhadap bisnis cabai.
Ketiga rekan Safri ini meninggalkan pekerjaannya sebagai polisi, desainer grafis, dan karyawan pabrik, untuk bersama-sama mengembangkan bisnis cabai.
Kepada Kampusuol, Safri mengatakan, dengan modal 20 ribu ringgit (Rp69,77 juta), empat sekawan ini bisa membeli peralatan pertanian dan bibit cabai. Mereka juga menanam 4 ribu tanaman cabai di lahan seluas 0,3 hektare di Kampung Musa, Kedah, Malaysia.
Safri menggunakan metode fertigation karena bisa menghemat waktu dan tempat. Plus, konsumsi airnya bisa dipangkas 30-50 persen dengan teknik itu.
“ Sistem penyiraman yang efisien memastikan semua tanaman cabai mendapatkan air dan nutrisi yang cukup,” kata dia.
Menurut Safri, cabai yang dihasilkan adalah cabai yang mengkilap, panjang, dan berat.
Safri dan kawan-kawan ini memperkirakan setiap tanaman bisa menghasilkan dua kilogram cabai. Per kilognya, dijual seharga 7-10 ringgit (Rp24.420-Rp34.886).
Kalau mereka siap memanen cabai pertama dalam dua minggu dan menjual 8 ton cabai ke pedagang besar, empat serangkai ini akan menghasilkan 60 ribu ringgit (Rp206,32 juta).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
