Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah berhasil keluar dari tekanan meski hanya menguat tipis. Investor lokal kali ini menjadi motor penggerak bursa.
Asing perlahan-lahan mulai mengurangi aksi beli seiring tak jelasnya arah sentimen yang muncul.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 6 April 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,582 poin (0,37%) ke level 156,887.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga beranjak naik 1,832 poin (0,28%) ke level 660,385.
Laju indeks acuan saham syariah ini sempat terseok-seok di awal perdagangan. ISSI yang dibuka melemah sempat keluar masuk zona positif.
Level tertinggi ISSI sepanjang hari ini diukir di posisi 156,951 dan terendah di 156,153.
Transaksi perdagangan saham syariah relatif sepi dengan hanya mengukir dana Rp 2,67 triliun. Dengan 40,83 miliar saham jadi objek transaksi, sebanya 111 emiten syariah berhasil ditutup menguat. Sisanya, 75 emiten syariah bergerak melemah dan 57 lainnya bertahan stagnan.
Fluktuatif di awal sesi, indeks sektoral di papan perdagangan bursa didominasi penguatan. Hanya sektor industri aneka dan keuangan yang turun 0,49 persen dan 0,13 persen.
Sisanya, bergerak naik dipimpin indeks sektor pertambangan yang mengaut 2,16 persen, perkebunanan 1,03 persen, dan properti 0,52 persen.
Saham-saham bluechips syariah penghuni top gainer kali ini adalah ITMG yang naik Rp 425, SILO Rp 375, UNVR Rp 175, INCO Rp 65, dan LPPF Rp 50 per saham.
Sementara saham top losser dihuni oleh AALI yang turun Rp 250. Disusul, INTP yang turun Rp 75, AKRA, ASII, dan ICBP masing-masing Rp 50 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah menjelang penutupan justru bergerak lemah. Rupiah turun 6 poin (0,05%) menjadi 13.227 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya