Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia Di Negara Timur Tengah
Dream - Arab Saudi sesumbar penghentian pengiriman tenaga kerja sektor informal dari Indonesia takkan mempengaruhi negaranya.
Pejabat Komite Perekrutan Tenaga Kerja Saudi, Saad Al Bardah mengatakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negaranya hanya 1 persen dari seluruh pekerja asing yang mencari nafah di negaranya.
" Pekerja Indonesia kebanyak sopir atau pekerja di sektor swasta. Larangan ini takkan berpengaruh besar karena Saudi menggunakan jasa tenaga kerja asing dari berbagai negara," kata Saad seperti dikutip laman saudigazette, Jumat, 8 Mei 2015.
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri sebelumnya memastikan penghentian pengiriman TKI ke negara Timur Tengah di antaranya Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Mesir. Kebijakan ini akan berlaku efektif tiga bulan ke depan.
Indonesia sendiri sudah menetapkan moratorium pengiriman TKI ke Saudi sejak 2011. Meski menghentikan pengiriman, para pembantu yang masih bekerja diperkenankan melanjutkan profesinya.
Seorang pejabat dari Kedubes Indonesia yang tak mau disebutkan namanya mengaku belum menerima keputusan resmi tersebut.
" Larangan ini hanya berlaku untuk pembantu dan sopir keluarga, tidak untuk semua pekerja asing asal Indonesia," ujarnya.
Sementara Deputi Kementerian Tenaga Kerja Saudi, Ahmad Faheed mengatakan pemerintah akan memberikan perlakuan yang sama kepada seluruh tenaga kerja asing. Termasuk jaminan keamanan dan hak sebagai pekerja asing.
" Berita Arab Saudi yang merendahkan dan melakukan kekerasan pada ekspatriat sama sekali tak benar. Kerajaan ini memiliki lebih dari 10 juta pekerja asing dan mereka dihargai dan mendapat gaji sesuai haknya," ujar Faheed.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya