Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Indeks acuan saham syariah terseret aksi jual investor jelang penutupan perdagangan. Padahal, indeks saham sempat menguat di tengah tekanan dalam dan luar negeri.
Sentimen dari aksi jual investor asing juga mulai mereka ketika dana asing mulai berkurang meski masih mencetak nett sell.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 7 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpeleset 1,104 poin (0,66%) ke level 164,956.
ISSI sebetulnya sukses bertahan di zona hijau di sesi kedua perdagangan. Namun, munculnya aksi jual jelang penutupan memaksa ISSI harus menutup perdagangan di zona merah.
Gerak ISSI yang dibuka melemah sempat mencetak level tertinggi 166,253 dan terendah di 164,481.
Aksi jual beli saham bernilai Rp 3,6 triliun ini membuat 112 emiten syariah bergerak melemah. Sementara 71 emiten ISSi ditutup menguat dan 58 lainnya stagnan.
Saham-saham bluechips syariah juga sempat melawan sentimen negatif yang dibawa Wall Street. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) sempat menembus zona positif dan menyentuh level tertinggi di 695,286.
Namun JII meski menyerah dengan aksi jual investor yang memaksanya menutup sesi perdagangan di level 685,971, atau turun 6,331 poin (0,91%).
Investor terlihat hanya memburu 7 emiten unggulan syariah dan merelakan 22 penghuni JII lainnya di zona merah.
Saham bluechips syariah yang sukses menempati daftar puncak pencetak untung adalah UNTR yang menguat Rp 1.575 per saham. Disusul ICBP yang naik Rp 225, PTPP Rp 135, INCO dan ITMG masing-masing Rp 100 per saham.
Nasib kurang baik melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terpuruk di zona negatif sepanjang sesi perdagangan. IHSG ditutup melemah 34,464 poin (0,66%) ke level 5.150,486.
Lantai bursa sore ini berhasil menghimpun dana hingga Rp 5,83 triliun dengan 70,30 miliar saham ditransaksikan pelaku pasar.
Dari kawasan regional, tak ada satupun indeks saham utama Asia yang sanggup menembus zona hijau. Indeks Hang Seng dan Nikkei terpuruk melemah 1,52 persen dan 1,23 persen.
Nilai tukar rupiah juga belum beranjak dari tekanan. Kurs rupiah berada di level 13.066 atau turun 41 poin (0,31%).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya