Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Terseret Aksi Jual Jelang Penutupan

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 7 Mei 2015 16:24
Indeks Syariah Terseret Aksi Jual Jelang Penutupan
Jelang penutupan, ISSI dan JII sebetulnya sempat bertahan di zona positif.

Dream - Indeks acuan saham syariah terseret aksi jual investor jelang penutupan perdagangan. Padahal, indeks saham sempat menguat di tengah tekanan dalam dan luar negeri.

Sentimen dari aksi jual investor asing juga mulai mereka ketika dana asing mulai berkurang meski masih mencetak nett sell.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 7 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpeleset 1,104 poin (0,66%) ke level 164,956.

ISSI sebetulnya sukses bertahan di zona hijau di sesi kedua perdagangan. Namun, munculnya aksi jual jelang penutupan memaksa ISSI harus menutup perdagangan di zona merah.

Gerak ISSI yang dibuka melemah sempat mencetak level tertinggi 166,253 dan terendah di 164,481.

Aksi jual beli saham bernilai Rp 3,6 triliun ini membuat 112 emiten syariah bergerak melemah. Sementara 71 emiten ISSi ditutup menguat dan 58 lainnya stagnan.

Saham-saham bluechips syariah juga sempat melawan sentimen negatif yang dibawa Wall Street. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) sempat menembus zona positif dan menyentuh level tertinggi di 695,286.

Namun JII meski menyerah dengan aksi jual investor yang memaksanya menutup sesi perdagangan di level 685,971, atau turun 6,331 poin (0,91%).

Investor terlihat hanya memburu 7 emiten unggulan syariah dan merelakan 22 penghuni JII lainnya di zona merah.

Saham bluechips syariah yang sukses menempati daftar puncak pencetak untung adalah UNTR yang menguat Rp 1.575 per saham. Disusul ICBP yang naik Rp 225, PTPP Rp 135, INCO dan ITMG masing-masing Rp 100 per saham.

Nasib kurang baik melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terpuruk di zona negatif sepanjang sesi perdagangan. IHSG ditutup melemah 34,464 poin (0,66%) ke level 5.150,486.

Lantai bursa sore ini berhasil menghimpun dana hingga Rp 5,83 triliun dengan 70,30 miliar saham ditransaksikan pelaku pasar.

Dari kawasan regional, tak ada satupun indeks saham utama Asia yang sanggup menembus zona hijau. Indeks Hang Seng dan Nikkei terpuruk melemah 1,52 persen dan 1,23 persen.

Nilai tukar rupiah juga belum beranjak dari tekanan. Kurs rupiah berada di level 13.066 atau turun 41 poin (0,31%).

Beri Komentar