Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sentimen menguatnya bursa saham regional jadi motor penggera bursa saham Indonesia ke zona hijau. Namun pelaku pasar masih dihinggapi kekhawatiran pelemahan nilai tukar rupiah.
Bank Indonesia kemarin memberikan peringatan terhadap kemungkinan aliran keluar dana asing. Capitan outflow ini dipicu pertumbuhan ekonomi yang melemah.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 8 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 5 poin ke level 165,956.
Hingga 30 menit waktu perdagangan, ISSI masih terus dipenuhi aksi beli investor. ISSI bergerak menguat 1,283 poin (0,78%) ke level 166,239.
Di awal perdagangan ini sebanyak 79 emiten syariah ikut arus penguatan indeks bursa Asia. Sayang, 47 emiten syariah lainnya masih tertekan aksi jual investor.
Dari jajaran saham-saham unggulan syariah, minat belanja investor juga mulai kembali meningkat.
Indeks Jakarta Islamic Index (JII) dibuka menguat 6,056 poin ke level 692,027. JII sampai saat ini masih nyaman di zona ija dengan menanjak 8,616 poin (1,26%) ke level 694,587.
Tercatat sudah 22 emiten keping biru syariah yang melompat ke zona positif. JII meninggalkan 7 emiten lainnya di zona merah dan satu emiten melaju stagnan.
Sentimen menguatnya bursa saham regional juga ikut memicu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada perdagangan preopening, IHSG naik 25,298 poin (0,49%) ke level 5.175,784.
IHSG kembali dibuka menguat di sesi pembukaan ketika naik 27,311 poin (0,53%) ke level 5.177,797.
Lantai bursa pagi ini sudah berhasil menghimpun dana nasabah hingga Rp 765 miliar dengan 10,96 miliar saham yang beralihtangan.
Pemodal asing tampaknya belum cukup percaya diri masuk pasar modal Indonesia. Asing tercatat membukukan nett sell Rp 28,92 miliar.
Dari pasar keuangan, laju rupiah kembali menghadapi tekanan seiring arus keluar dana asing. Rupiah pagi ini telah melemah ke level 13.171 per dolar AS atau terkoreksi 25 poin (0,19%). Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendah di 13.170 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya