Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tak Jarang Masyarakat Takut Berasuransi Karena Belum Paham Tentang Produk Keuangan Ini. (Foto: Shutterstocks)
Dream – Asuransi merupakan salah satu jenis produk di sektor keuangan, selain tabungan, reksa dana, dan saham. Produk ini memberikan manfaat yang besar bagi seseorang.
Sayangnya, masih banyak orang yang belum memahami dan mengetahui manfaat asuransi. Padahal, asuransi ini akan melindungi keuangan dari risiko finansial.
Berdasarkan survei Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada 2016, angka penetrasi asuransi kesehatan di Indonesia sebesar 3 persen, sedangkan penetrasi asuransi perjalanan 5 persen. Artinya, masih ada 95-97 persen masyarakat Indonesia yang belum memahami asuransi.
Bahkan, ketika ditanya tentang asuransi, mereka tidak paham cara kerja dan pembayaran produkn ini.
Bagi orang yang awam, memilih produk asuransi tentu menjadi hal yang rumit. Supaya orang awam ini tidak kesulitan, Vice President of Insurance Business Cermati.com, Andreas Resha, berbagi tips ketika hendak membeli instrumen keuangan ini.
Andreas mengatakan kunci utama yang harus dimiliki sebelum memilih asuransi adalah masyarakat harus mengetahui fungsi asuransi.
“ Masyarakat perlu mengetahui fungsi asuransi. Selama ini, (pemahaman) masyarakat terpecah tentang asuransi, ‘yang ini untuk menabung’ dan ‘yang ini untuk investasi’. Padahal, asuransi ini bertujuan untuk melindungi dari risiko,” kata Andreas di Jakarta, ditulis Rabu 17 Mei 2017.
Yang ke dua, kata dia, masyarakat juga harus mengetahui seberapa besar risiko yang akan dihadapinya. Tentunya, hal itu sebelum membeli suatu produk asuransi.
Andreas mencontohkan asuransi mobil. Misalnya, ada mobil yang jarang keluar rumah, tentu besaran risikonya lebih rendah daripada mobil yang sering dipakai.
“ Setelah mengetahui risiko itu, kita bisa tahu produk asuransi apa yang cocok untuk menutup risiko itu,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya