Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
BI Mencatat Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tipis.
Dream – Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan pertama 2017 mencapai US$326,3 miliar, setara Rp4.343,38 triliun. Angka itu naik 2,9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2016.
Mengutip laman bi.go.id, Rabu 17 Mei 2017, peningkatan ini disebabkan beberapa faktor. Di antaranya kelompok peminjam yang terdiri dari sektor swasta dan publik.
Pada triwulan I, BI mencatat pertumbuhan kontraksi ULN swasta sebesar -3,6 persen. Sementara itu, ULN di sektor publik melambat dari 11 persen pada 2017 menjadi 10 persen pada 2017.
Di akhir kuartal I 2017, posisi ULN sektor publik tercatat sebesar US$166,5 miliar, setara Rp2.216,28 triliun atau 51 persen dari total ULN. Untuk ULN sektor swasta, jumlahnya sebesar USS$159,9 miliar, setara Rp2.128,43 triliun, atau 49 persen dari total ULN.
Dengan perkembangan itu, rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) triwulan I 2017 sebesar 34 persen. Angka ini turun dibandingkan dengan rasio ULN triwulan I 2016 sebesar 37 persen.
Sementara didasarkan pada jangka waktu awal, posisi ULN jangka panjang triwulan I 2017 sebesar US$284,2 miliar, setara Rp3.759,03 triliun. Dedangkan jangka pendek sebesar US$43,9 miliar, setara Rp584,35 triliun.
Jika diperhatikan dari sektor ekonomi, posisi ULN swasta pada akhir triwulan I 2017 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,5 persen.
Pertumbuhan tahunan ULN sektor industri pengolahan, listrik, gas, serta air bersih meningkat dibandingkan dengan triwulan IV 2016. Sementara ULN sektor pertambangan dan sektor keuangan masih mengalami kontraksi pertumbuhan.
Bank Indonesia memandang perkembangan ULN pada triwulan I 2017 tetap sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional. BI terus memantau perkembangan ULN, khususnya sektor swasta.
Ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang memengaruhi stabilitas makroekonomi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya