Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Presiden Indonesia, Joko Widodo.
Dream – Pemerintah membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) untuk membangun sinergi para pemangku kepentingan keuangan syariah. Yang menjadi pemimpinnya adalah presiden.
“ Alhamdulillah, Presiden (Presiden Joko Widodo) sudah setuju menjadi ketua, chairman, KNKS,” kata Analis Senior Divisi Pengembangan dan Pengaturan Pasar Keuangan Syariah Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Rifky Ismail, dalam acara “ Konsepsi Ekonomi Islam dan Perkembangannya di Indonesia” di Universitas Al Azhar, Jakarta, Kamis 6 April 2017.
Rifky mengungkapkan ada untungnya jika presiden yang menjadi pimpinan dari komite ini. Presiden, lanjutny, punya “ kekuatan” untuk meminta Bank Pembangunan Daerah (BPD) berkonversi menjadi bank syariah.
Untuk diketahui, konversi Bank Aceh menjadi bank syariah beberapa bulan lalu telah membuat pangsa pasar perbankan syariah menembus angka 5 persen.
“ Kalau KNKS ini terjadi dengan pimpinan Presiden dan sudah jalan—dengan kekuasaan dan back up yang baik dari KNKS, Presiden bisa ‘memerintahkan’ pimpinan daerah (supaya) BPD bisa menjadi (bank) syariah,” kata dia.
Meski bisa memerintah, kata Rifky, pimpinan KNKS tidak bisa sembarangan meminta BPD konvensional berubah bentuk menjadi bank syariah. “ Tapi, tentu perintah Presiden berdasarkan riset yang kuat, bukan hanya berbasis semangat (memajukan keuangan syariah),” kata dia.
Sekadar informasi, keuangan syariah di Indonesia berhasil menembus angka 5 persen dari konversi Bank Aceh. Dengan konversi Bank Aceh menjadi Bank Aceh Syariah, aset perbankan syariah meroket. Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I, Mulya E. Siregar, mengatakan masuknya Bank Aceh Syariah yang beraset Rp19,79 triliun, menambah aset perbankan syariah dari Rp313 triliun-Rp323 triliun menjadi Rp342 triliun.
“ Kalau total aset perbankan nasional yang sebesar Rp6.405 triliun dibagi dengan aset perbankan syariah, pangsa pasarnya didapat 5,16-5,3 persen,” kata Mulya di Jakarta, September 2016.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam