Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Dream - Selama ini, Malaysia dipahami sebagai pemimpin dalam keuangan syariah dunia. Indonesia dianggap masih kalah jauh dengan Malaysia dalam penerapan sistem keuangan berbasih prinsip Islami ini.
Meski begitu, Analis Senior Divisi Pengembangan dan Pengaturan Pasar Keuangan Syariah Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Rifky Ismal, mengatakan keuangan syariah Indonesia sebetulnya jauh lebih unggul dibandingkan Malaysia dari sisi kualitas.
" Indonesia more Islamic (dari kualitas) daripada size," tegas Rifky dalam seminar 'Konsepsi Ekonomi Islam dan Perkembangannya di Indonesia" di Universitas Al Azhar, Jakarta, Kamis, 6 April 2017.

Aset keuangan syariah Indonesia saat ini memang baru mencapai US$40 miliar, setara Rp533 triliun. Jumlah ini kalah jauh dari nilai aset keuangan syariah Malaysia sebesar US$415 miliar, setara Rp5.531 triliun.
Rifky mengakui dari sisi nilai keuangan Indonesia memang kalah jauh dari Malaysia. Tetapi, lanjutnya, keuangan syariah Indonesia justru jauh lebih Islami secara kualitas.
Dia mencontohkan keuangan syariah di Indonesia lebih menyasar sektor riil. Sementara di Malaysia lebih condong ke sektor finansial.

" Negara mana yang lebih ke sektor riil dari Indonesia. Indonesia punya ratusan ribu BMT (Baitul Maal wat Tanwil). Timur Tengah tidak ada BMT," kata dia.
Menurut Rifky, kualitas memang penting namun bukan berarti ukuran keuangan syariah dikesampingkan. BI juga menginginkan ukuran keuangan syariah di Indonesia juga bertambah.
" Kita memang mementingkan sisi kualitas tapi Insya Allah, kuantitasnya sama (dengan Malaysia)," kata dia.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

