Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Paytren, Metode Pembayaran Elektronik Berbasis MLM
Dream - Pengelola sistem pembayaran elektronik, Paytren, berharap bisa mengantongi sertifikat kehalalan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada pertengahan tahun ini. Saat ini proses pengajuan sertifikasi tengah diajukan.
" Juni atau Juli sertifikat akan turun," ujar staf administrasi Paytren Ali Afdal saat berbincang dengan Dream disela Milad PPPA Daqu, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu, 5 April 2017.
Ali mengatakan bisnis Paytren tidak berbenturan dengan prinsip syariah. Alasan itu pula yang membuat pengelola Paytren mengajukan proses sertifikasi kehalalan Paytren ke MUI.
Paytren dikembangkan oleh ekonom syariah Muhammad Syafii Antonio dan pemilik PPPA Darul Quran KH Yusuf Mansyur. Meski memanfaatkan sistem MLM sebagai pengembangan, aplikasi ini sebetulnya berupa sistem pembayaran elektronik.
Ali menjelaskan, aplikasi Paytren tidak sepenuhnya menggunakan sistem MLM. Sebab, pemilik modal kecil (lisensi basic) dan pemilik modal besar (lisensi titanium) sama-sama berpeluang mendapat bonus besar.
" Kalau MLM biasa kan walau dia enggak kerja tetap dapat bonus," katanya,
Selain itu, menurut Ali, ada perbedaan jelas antara pembayaran elektronik dengan Paytren.
" Setiap transaksi pulsa, beli tiket, atau apapun itu, ada sedekah ke Daarul Quran untuk penghafal Alquran," kata dia.
Selain menawarkan keuntungan finansial, Paytren juga membangun jaringan komunitas. Mereka tidak hanya diajarkan bagaimana mengembangkan bisnis, namun juga mengajarkan Alquran.
" Di sini ada komunitas yang dibawahi Daarul Quran. Setiap member dapat belajar untuk baca quran, membaca Quran, ada nilai-nilai positif yang di luar nggak ada," kata dia.(Sah)
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?