Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Indeks ISSI Menguat Saat Penutupan Perdagangan, Tapi, Kok, Indeks JII Melemah?
Dream - Indeks syariah bergerak berseberangan. Setelah kemarin sempat mencetak rekor, indeks bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan Rabu, 5 April 2017 di zona negatif.
Tekanan jual pada saham-saham unggulan syariah mampu ditahan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang bergerak menguat.
Pada penutupan perdagangan pertengahan pekan ini, ISSI yang sempat bergerak fluktuatif menutup perdagangan dengan menguat 0,532 poin (0,29%) ke level 183,951. ISSI yang dibuka menguat hanya bisa menyentuh level tertinggi di 184,951.
Sebaliknya, Indeks JII yang dibuka menguat di level 738,592 justru tak bisa melawan aksi jual investor. JII bergerak melemah dan menutup perdagangan dengan koreksi 0,331 poin (0,04%) ke level 734,735.
Volume transaksi perdagangan saham syariah berkurang di perdagangan hari ini namun menguat jika dilihat dari nilainya. Dengan 63,3 juta saham yang berpindahtangan, nilai transaksi ISSI mencapai Rp 4,4 triliun.
Pemodal asing yang tujuh hari perdagangan melancarkan aksi beli saham kini berbalik arah. Asing mencetak nett sell sebesar Rp 386 miliar.
Secara keseluruhan, laju indeks sektoral memang bergerak fluktuatif. Sektor industri dasar mencetak kenaikan paling tinggi sebesar 2,71 persen. Diikuti keuangan dan barang konsumsi yang naik masing-masing 0,71 persen dan 0,56 persen.
Sementara indeks sektor pertambangan yang kemarin meroket justru mengalami serangan jual. Indeks ini trun 0,81 persen, diikuti properti 0,40 persen dan perdagangan 0,05 persen.
Emiten keping biru syariah top gainer yang menjadi favorit investor adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp725, INTP Rp225, LPPF Rp150, INCO Rp30, dan KLBF Rp15.
Sebaliknya, emiten keping biru syariah top loser-nya adalah AKRA yang harga sahamnya turun Rp225, AALI Rp150, UNTR Rp150, INDF Rp100, dan PTBA Rp100.
Di pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat saat penutupan perdagangan. Kursnya naik 37 poin (0,28%) ke level Rp13.294 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya