Ilustrasi
Dream - Dua belas golongan tarif listrik yang mengikuti skema tariff adjustment (TA), turun pada Januari 2016. Turunnya harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) menjadi salah satu indikator turunnya tarif listrik.
Dilansir dari keterangan tertulis, Senin 2 Januari 2017, Kepala Satuan Komunikasi Korporat PT PLN (Persero), I Made Suprateka, mengatakan ada tiga faktor penentu tarif listrik, yaitu harga ICP, inflasi, dan kurs rupiah terhadap dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada November 2016 di level Rp13.31050 per dolar AS atau melemah sebesar Rp293,26 per dolar AS dari Rp13.017,24 pada Oktober 2016. Inflasi November 2016 pun naik 0,33 persen dari 0,14 persen pada Oktober 2016 menjadi 0,47 persen. Harga ICP pada November 2016 sebesar US$43,25 per barel dan turun US$3,39 per barel dari US$46,64 per barel.
" Penyesuaian tarif bulan ini termasuk stabil. Penurunan rata-rata sebesar Rp6," kata Suprateka di Jakarta.
Tercatat, tarif listrik Januari 2017 untuk tegangan rendah (TR) turun jadi Rp1.467,28 per kWh, tegangan menengah (TM) menjadi Rp1.114,74 per kWh, dan tegangan rendah menjadi Rp996,74 per kWh. Tarif listrik di layanan khusus pun menjadi Rp1.644,52 per kWh.
Dua belas golongan ini adalah golongan R1 daya 1300 VA, R1 daya 2200 VA, R1 daya 3500-5500 VA, R3 daya 6600 VA ke atas, B2 daya 6.600-200 kVA, B3 di atas 200 kVA, P1 daya 6.600-200 kVA, I3 daya 200 kVA ke atas, I4 daya 60 mVA ke atas, P2 daya 200 kVA ke atas, P3, dan layanan khusus (L).
" Selain kedua belas golongan tarif tersebut, mulai 1 Januari 2017 terdapat penambahan 1 golongan tarif baru, yaitu rumah tangga mampu daya 900 VA," kata dia.
Suprateka mengatakan pelanggan 900 VA khusus masyarakat mampu, akan diberlakukan kenaikan bertahap setiap 2 bulan, yaitu 1 Januari 2017, 1 Maret 2017, 1 Mei 2017, dan 1 Juli 2017 akan disesuaikan bersamaan dengan 12 golongan tarif lainnya yang mengalami penyesuaian tarif setiap bulannya.
Suprateka menegaskan 25 golongan lainnya, seperti 450 VA, 900 VA, bisnis, dan industri kecil, tidak mengalami penyesuaian tarif. " Pelanggan golongan ini masih diberikan subsidi oleh pemerintah," kata dia.
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global