5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Dua Orang Sedang Mengamati Papan Perdagangan Saham.
Dream – Dua indeks syariah kompak bergerk melemah. Bergugurannya saham-saham di sektor pertambangan dan infrastruktur membuat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) mendekam lemah sepanjang perdagangan.
Aksi jual asing turut membuat pelaku pasar menghidar masuk lantai bursa. Apalagi dengan sentimen adanya krisis di sektor batu bara.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 6 April 2017, indeks ISSI tak beranjak dari zona merah. Dibuka melemah di level 183,420, ISSI tak beranjak dari teritori merah hingga penutupan.
Aksi beli investor jelang penutupan tak berhasil mengangkat ISSI yang terkoreksi 1,044 poin (0,57%) ke level 182,907.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), pun demikian. JII melemah di level 731,544 pada pembukaan perdagangan. Pelemahan terus terjadi hingga indeks ini merosot 5,340 poin (0,73%) ke level 729,395.
Secara keseluruhan, kinerja sebagian besar indeks sektoral melemah. Pelemahan ini terjadi di indeks pertambangan yang terkoreksi 1,33 persen dan infrastruktur 1,26 persen.
Hanya ada dua indeks yang menguat, yaitu pertanian yang naik 0,08 persen dan keuangan 1,75 persen. Namun, penguatan dua indeks ini tidak mampu menopang kinerja saham syariah.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini turun tajam. Dengan 54,23 juta saham syariah yang berpindahtangan, nilai transaksi mencapai Rp 3,39 triliun.
Emiten-emiten keping biru syariah top gainer kali ini dihuni LPPF yang harga sahamnya naik Rp125, ADHI Rp40, PGAS Rp30, INDF Rp25, dan SMGR Rp25.
Sebaliknya, emiten-emiten bluechip syariah penghuni top loser kali ini dihuni PTBA yang tajam Rp900, diikuti oleh INTP Rp300, AKRA Rp100, ICBP Rp100, dan TLKM Rp80.
Dari pasar uang, rupiah “ loyo” terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 12 poin (0,09%) ke level Rp13.332 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?