Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Konferensi Pers Kerja Sama Doku-Bareksa (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Menjamurnya jasa keuangan berbasis teknologi, mendorong perusahaan pembayaran online Doku menggandeng perusahaan marketplace financial Bareksa.com. Kerja sama ini dijalin demi menarik minat pengguna mobile untuk berinvestasi.
CEO PT Gemilang Dana Satu selaku holding Doku, Thong Sennelius mengatakan melalui kerja sama ini, pihaknya akan memegang 20 persen dari total kepemilikan saham di Bareksa.
" 20 persen itu akan dipegang PT Gemilang Dana Satu," kata Thong di Kantor Doku, Plaza Asia, Jakarta, Kamis, 6 April 2017.
Co-Founder Bareksa, Karaniya Dharmasaputra enggan menyebut berapa besaran investasi yang ditanamkan Doku. Dia hanya memberikan sinyal investasi tersebut dalam mata uang dolar.
" Delapan digit. Dalam dolar," katanya.
Skema investasi Doku akan dilakukan melalui model rights issue. Bareksa menerbitkan saham baru yang mewakili kepemilikan 20 persen dari total keseluruhan saham.
“ Kami menargetkan dalam 12 bulan ke depan, Bareksa akan kembali membuka investment round dengan basis bisnis yang sudah berlipat kali dari sekarang,” kata Karaniya.
Dana hasil rights issue pertama ini akan digunakan Bareksa untuk membangun dan meluncurkan unit bisnis baru yang sejalan dengan posisi saat ini sebagai marketplace reksa dana, pengembangan teknologi dan platform, menambah jumlah SDM dan melakukan upaya marketing secara tertarget.
Karaniya berharap investasi yang ditanamkan memiliki nilai stategis pengembangan di masa depan. Ke depan, kata dia, Bareksa memiliki dua target utama yaitu meningkatnya jumlah nasabah serta total dana investasi.
" Tahun ini, targetnya nasabah naik 300 persen. Saat ini kami punya 32 ribu nasabah," kata Karaniya.
" Sementara itu untuk total nilai investasi berharap meningkat dari Rp200 miliar menjadi Rp500 miliar," ucap dia menambahkan.
Kerjasama Doku dan Bareksa ini juga dimaksudkan untuk memberikan edukasi ke masyarakat tentang literasi keuangan. Alhasil, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengapresiasi kerja sama ini.
Direktur Operasional dan Sistem OJK Fitri Hadi mengatakan kerja sama Doku-Bareksa mendukung kebiasaan masyarakat yang dekat dengan gawai. Menurut dia, masyarakat semakin dimudahkan dalam berinvestasi.
" Karena internet mampu menjangkau dan solusi efektif pada pulau-pulau yang terpecah," ucap Fitri Hadi.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya