Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pemerintah akhirnya memutuskan menggunakan ruang udara wilayah selatan Pulau Jawa untuk penerbangan sipil. Pemerintah mengklaim bisa menghemat biaya bahan bakar dan harga tiket jika wilayah selatan Jawa bisa dimanfaatkan.
Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, mencontohkan penerbangan ke Yogyakarta, Solo, Banyuwangi, bahkan Denpasar bisa menghemat waktu penerbangan 10 menit jika melalui ruang udara wilayah selatan Jawa.
" Kira-kira fuel dan harga tiket mestinya bisa turun kurang lebih 10 persen," kata Jonan di Jakarta, dilansir dari setkab.go.id, Kamis 14 Juli 2016.
Jonan menjelaskan, ruang udara utara Jawa saat ini sudah sangat padat, bahkan terpadat kelima di dunia. Kepadatan terutama terjadi pada rute Jakarta-Surabaya. Dengan pertimbangan tersebut, pemerintah pun memanfaatkan ruang udara di wilayah selatan.
" Ya, lumayan, kan? Kalau bisa dipakai bisa mengurangi kepadatan di ruang udara utara Jawa," kata mantan direktur utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) tersebut.
Dengan pemanfaatan jalur ini, Jonan optimistis frekuensi penerbangan ke daerah-daerah selatan, seperti Solo, Yogyakarta, dan Banyuwangi akan bertambah. " Slotnya juga tidak banyak kalau untuk jam-jam yang dikehendaki," kata dia.
Pesawat Militer dan Sipil Saling Berbagi
Jonan mengatakan selama ini ruang udara di wilayah selatan terlarang untuk diterbangi penerbangan sipil. Yang boleh menerbangi langit tersebut hanya penerbangan militer.
" Ini terlarang itu bahasa Inggrisnya restricted, ya. Biasanya ruang udara selatan Jawa hanya digunakan untuk penerbangan non sipil atau penerbangan militer," kata Jonan.
Jonan mengatakan pemerintah bersama militer akan bersama-sama memanfaatkan wilayah tersebut untuk penerbangan sipil dan militer. Dia mengharapkan penggunaan wilayah udara selatan Jawa bisa bergantian antara penerbangan sipil dan militer.
" Nah, sekarang akan digunakan secara sharing (bersama-sama)," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya