Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
BCA Syariah Mencetak Laba Rp26,84 Miliar Pada Semester I 2017 (Dream.co.id/Arie Dwi Budiawati)
Dream - PT BCA Syariah mencetak laba sebelum pajak sebesar Rp26,84 miliar pada semester I 2017. Jumlah ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
" Laba tumbuh 40,03 persen," kata Kepala Satuan Kerja BCA Syariah, Pranata Nazamuddin, di Jakarta, Rabu, 26 Juli 2017.
Pranata mengatakan, kenaikan laba ini ditopang peningkatan return of assets (ROA) ke level 1,05 persen dan return of equity (ROE) ke level 3,64 persen. Rasio kecukupan modal pun terjaga pada level 30,99 persen.
Dia melanjutkan total aset BCA Syariah pada semester I 2017 sebesar Rp5,43 triliun atau naik 25,02 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan asetnya berada di atas industri perbankan syariah yang sebesar 22,8 persen.
Pranata melanjutkan, dana pihak ketiga (DPK) BCA Syariah juga naik 31,79 persen dari Rp3,22 triliun pada semester I 2016 menjadi Rp4,24 triliun di periode yang sama 2017. Pembiayaan pun naik 21,09 persen dari Rp3,2 triliun pada semester I 2016 menjadi Rp3,88 triliun pada semester I 2017.
Sementara untuk rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) gross tercatat sebesar 0,48 persen dan NPF nett sebesar 0,18 persen. Rasio tersebut turun 0,55 persen untuk gross dan 0,46 persen untuk nett pada periode yang sama 2016.
Direktur Utama BCA Syariah, John Kosasih, mengatakan saat ini kondisi pergerakan dunia usaha tengah melambat. Ini berdampak pada melambatnya penyaluran pembiayaan.
" Risiko di bank itu ada di NPF dan NPF di BCA Syariah tetap terjaga. Kami berupaya NPF di bawah 1 persen," kata John.
Menurut John, perusahaan menerapkan strategi khusus untuk menjaga NPF tetap rendah. BCA Syariah selektif memilih nasabah untuk menyalurkan pembiayaan. Nasabah yang dipilih adalah mereka yang memiliki rekam jejak, kolateral, karakter, dan kemampuan pembayaran yang baik.
" Kami memilih nasabah itu berdasarkan prudent banking practise," kata dia.(ism)
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?