Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Sempat Terpeleset, Indeks Syariah Menguat Jelang Penutupan

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 25 Januari 2017 16:23
Sempat Terpeleset, Indeks Syariah Menguat Jelang Penutupan
Kurs rupiah sore ini mengikuti laju mata uang dunia yang sebagian besar melemah.

Dream - Bursa saham syariah Indonesia berhasil bertahan di zona positif. Meski sempat terpeleset ke zona merah, aksi beli investor jelang penutupan sukses mendorong Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) menembus teritori hijau.

Kembalinya pemodal asing ke lantai bursa menjadi tambahan tenaga bagi indeks saham Indonesia melaju positif.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 25 Januari 2017, indeks ISSI menguat 0,346 poin (0,20%) ke level 172,581.

Indeks JII juga ikut mengekor dengan menanjak 1,263 poin (0,18%) ke level 695,890.

ISSI memulai perdagangan di zona hijau dengan menguat di level 172,437. Namun jelang penutupan, ISSI justru sempat terpeleset dengan melemah ke level terendahnya di 172,219.

Transaksi perdagangan saham syariah hingga sesi paska penutupan masih cukup tinggi. Dengan 193,11 miliar saham yang diperdagangan, nilai transaksi perdagangan saham syariah hari ini mencapai Rp 4,87 triliun, sedikit lebih tinggi dari perdagangan sehari sebelumnya.

Meski menguat, papan perdagangan ISSI justru didominasi saham-saham yang bergerak melemah. Tercatat 106 emiten syariah ditutup melemah sementara 88 lainnya berhasil bertengger di zona hijau.

Indeks saham bluechips syariah juga menempatkan separuh dari penghuninya, atau 15 emiten di zona hijau.

Laju indeks sektoral kali ini bergerak variatif dengan separuhnya melaju positif. Indeks sektor industri dasar memimpin penguatan usai naik 1,59 persen, diikuti industri aneka 0,44 persen dan manufaktur 0,54 persen.

Sementara indeks sektor keuangan dan perdagangan harus menghadapi tekanan dengan melemah 0,42 persen dan 0,40 persen.

Dua saham bluechips syariah yang bergerak di sektor semen memimpin daftar top gainer indeks JII. SMGR dan INTP masing-masing menanjak Rp 325 dan Rp 275 per saham. Diikuti ICBP dan LPPF yang naik Rp 125, dan ASII Rp 50 per saham.

Di jajaran top losser bertengger saham-saham beluchips syariah seperti SILO yang turun Rp 375, PTBA Rp 325, AALI Rp 225, INTR Rp 175, dan UNVR Rp 100 per saham.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah bergerak variatif sepanjang perdagangan hari ini. Sempat menguat ke level 13.283, kurs rupiah terhadap dollar AS sore ini bertengger di level 13.354 per dollar AS atau melemah 41 poin (0,31%). (Sah)

Beri Komentar