Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah Indonesia berhasil bertahan di zona positif. Meski sempat terpeleset ke zona merah, aksi beli investor jelang penutupan sukses mendorong Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) menembus teritori hijau.
Kembalinya pemodal asing ke lantai bursa menjadi tambahan tenaga bagi indeks saham Indonesia melaju positif.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 25 Januari 2017, indeks ISSI menguat 0,346 poin (0,20%) ke level 172,581.
Indeks JII juga ikut mengekor dengan menanjak 1,263 poin (0,18%) ke level 695,890.
ISSI memulai perdagangan di zona hijau dengan menguat di level 172,437. Namun jelang penutupan, ISSI justru sempat terpeleset dengan melemah ke level terendahnya di 172,219.
Transaksi perdagangan saham syariah hingga sesi paska penutupan masih cukup tinggi. Dengan 193,11 miliar saham yang diperdagangan, nilai transaksi perdagangan saham syariah hari ini mencapai Rp 4,87 triliun, sedikit lebih tinggi dari perdagangan sehari sebelumnya.
Meski menguat, papan perdagangan ISSI justru didominasi saham-saham yang bergerak melemah. Tercatat 106 emiten syariah ditutup melemah sementara 88 lainnya berhasil bertengger di zona hijau.
Indeks saham bluechips syariah juga menempatkan separuh dari penghuninya, atau 15 emiten di zona hijau.
Laju indeks sektoral kali ini bergerak variatif dengan separuhnya melaju positif. Indeks sektor industri dasar memimpin penguatan usai naik 1,59 persen, diikuti industri aneka 0,44 persen dan manufaktur 0,54 persen.
Sementara indeks sektor keuangan dan perdagangan harus menghadapi tekanan dengan melemah 0,42 persen dan 0,40 persen.
Dua saham bluechips syariah yang bergerak di sektor semen memimpin daftar top gainer indeks JII. SMGR dan INTP masing-masing menanjak Rp 325 dan Rp 275 per saham. Diikuti ICBP dan LPPF yang naik Rp 125, dan ASII Rp 50 per saham.
Di jajaran top losser bertengger saham-saham beluchips syariah seperti SILO yang turun Rp 375, PTBA Rp 325, AALI Rp 225, INTR Rp 175, dan UNVR Rp 100 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah bergerak variatif sepanjang perdagangan hari ini. Sempat menguat ke level 13.283, kurs rupiah terhadap dollar AS sore ini bertengger di level 13.354 per dollar AS atau melemah 41 poin (0,31%). (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya