Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham Indonesia kembali melemah setelah berhembus sentimen negatif dari Wall bursa Street. Melemahnya indeks Dow Jones membuat sebagian besar bursa saham regional turun ke zona merah.
Pelemahan ini pada akhirnya membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot ke zona merah usai kemarin terbantu aksi beli pemodal lokal.
Merosotnya indeks saham seluruh dunia ini tak terlepas dari data perdagangan Amerika Serikat yang kurang menggembirakan. Sementara dari kawasan Asia, pemodal dibuat cemas dengan kembali memanasnya situasi di China imbas aksi demonstrasi masal.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 16 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 29,64 poin (0,6%) ke level 4.933,29.
Laju pelemahan terus berlanjut di sesi pembukaan setelah IHSG kembali terkoreksi 28,92 poin (0,58%) ke level 4.934,01.
Sebanyak 36 emiten menyeret IHSG ke teritori negatif sementara tercatat hanya dua emiten yang bertahan di zona hijau.
Pagi ini, pelaku pasar telah mentransaksikan tak kurang dari 63.123 saham dengan nilai Rp mencapai Rp 26,63 miliar
Hingga 20 menit perdagangan saham, seluruh indeks acuan sektor saham merosot ke zona merah dengan pelemahan tertinggi dialami emiten perkebunan, disusul industri dasar, dan keuangan.
Pemodal asing yang mengawali perdagangan lewat aksi jual jual saham hingga Rp 6,51 miliar juga masih belum berani melakukan aksi beli. Saat ini asing mencatat nett sell sekitar Rp 39 miliar.
Sentimen negatif dari global dan regional juga menambah berat laju indesk saham saham syariah di BEI.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka melemah 1,08 poin (0,68%) ke level 158,13. ISSi terus melemah di sesi pembukaan dengan koreksi 1,11 poin (0,7%) ke level 158,10.
Tercatat hanya ada satu emiten syariah yang membuka perdagangan di zona hijau. Selebihnya, sebanyak 30 emiten bergerak melemah. Transaksi perdagangan tercatat mencapai Rp 14,5 miliar dari aksi jual beli 46.502 lembar saham.
Sementara itu, koreksi indeks juga dialami Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka melemah 5,93 poin (0,91%) ke level 646,83. Pelaku pasar melakukan aksi jual beli terhadap 36.241 saham dengan nilai Rp 13,13 miliar.
Dari kawasan regional, indeks Nikkei Jepang masih terus mengalami pelemahan dan kini turun 310 poin (2,06%) ke level 14.763. Koreksi juga dialami Hang Seng yang melemah 0,86 persen dan Strait Times 1,02 persen.
Nilai tikar rupiah kini kembali bergerak menguat setelah naik 46 poin (0,38%) menjadi 12.180 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya