Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Jelang pelantikan presiden terpilih Joko Widodo, bursa saham Indonesia seolah menunjukan gairah baru. Harapan akan adanya Jokowi Effect membuat pelaku pasar berburu saham-saham potensial.
Sayangnya, penguatan sejumlah indeks saham acuan dalam dua hari berturut-turut masih ditanggapi dingin pelaku pasar asing. Aksi jual asing masih berlangsung meski dalam volume mulai berkurang. Nett sell asing kali ini mencapai Rp 117 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu, 15 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat 40,35 poin (0,82%) ke level 4.962,94.
Laju IHSG sepanjang hari ini nyaman berada di zona hijau. Dibuka positif di 4.947,78, IHSG menyentuh posisi tertinggi di 4.972,99.
Aksi jual saham pemodal kali ini cukup ramai dengan melibatkan 42,84 juta saham. Imbasnya, lantai bursa saham dibanjir uang hingga Rp 6,15 triliun.
Tercatat 180 emiten di BEI bergerak di zona hijau sementara 141 lainnya mencetak koreksi harga.
Tren turun harga minyak dunia membuat saham-saham komoditas kembali dilanda aksi jual. Emiten tambang dan perkebunan masing-masing melemah 2,98 persen dan 1,92 persen. Emiten industri aneka juga bergera melemah 0,1 persen.
Laju positif juga berhembus ke sejumlah emiten-emiten syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup menguat 0,63 poin (0,4%) ke level 159,22.
ISSI pagi ini langsung dibuka di zona hijau dengan menguat ke level 159,25. Indeks saham acuan syariah di Indonesia ini bahkan sempat menyentuh level 159,66.
Dengan volume transaksi 25,64 juta saham senilai Rp 3,78 triliun, sebanyak 108 emiten ISSI bergerak ke zona hijau. Sayang adanya aksi jual investor memaksa 92 emiten lainnya longsor ke teritori negatif.
Dominasi menguatnya harga saham juga terjadi di jajaran saham-saham unggulan syariah. Naiknya harga saham dari 18 emiten membuat Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat 2,43 poin (0,37%) ke level 652,77.
Pemodal terlihat aktif melakukan aksi beli saham-saham bluechips syariah jelang penutupan perdagangan.
Dari kawasan Asia, indeks bursa saham utama sebagian bergerak di zona hijau. Hanya indeks Kospi Korea Selatan yang melemah 3,34 poin (0,17%). Sementara Nikkei dan Hang Seng kompak bergerak menguat masing-masing 0,92 persen dan 0,4 persen.
Nilai tukar rupiah juga mulai bereaksi positif setelah sempat bergerak menguat. Meski sore ini laju rupiah kembali stagnan usai bertahan di level 12.206 per dolar AS.
Saham-saham bluechips syariah yang menghuni daftar pencetak kenaikan tertinggi adalah SMGR yang menguat Rp 525, ICBP Rp 375, INTP Rp 350, SILO Rp 250, dan UNVR Rp 175 per saham.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya