Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pembagian Bantuan Langsung Tunai Kepada Masyarakat. (Foto: Merdeka,com)
Dream – Pemerintah berencana memberikan bantuan langsung tunai (BLT) bagi pekerja formal dan informal yang terdampak wabah virus corona covid-19. Nantinya para pekerja ini akan mendapatkan bantuan senilai Rp5 juta untuk periode empat bulan.
" Kalau untuk sektor formal pakai skema BPJamsostek pelebaran dana operasional sehingga bisa bantu pekerja sektor formal," kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono, di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Jumat 27 Maret 2020.
Diketahui, BLT yang disalurkan melalui BP Jamsostek direncanakan diberikan senilai Rp 1 juta per orang, plus insentif tambahan sebesar Rp 1 juta setiap empat bulan. Sehingga, jumlahnya mencapai Rp 5 juta.
Sementara untuk skema BLT bagi pekerja sektor informal atau pekerja harian akan dilakukan menggunakan kartu prakerja. Di mana, fungsi kartu prakerja yang tadinya didukung untuk meningkatkan kompetensi lewat vokasi, sekarang digeser untuk mendukung pemberian BLT.
" Nah kartu prakerja sudah dilaunching pekan lalu, namun demikian untuk mulai menerima aplikasi online kita targetkan di 1 April 2020," kata dia.
Susiwijono menambahkan para pekerja informal maupun masyarakat umum bisa mendapatkan BLT lewat kartu prakerja ini. Namun, ada syaratnya. Mereka yang berhak menerima adalah sedang tidak menempuh pendidikan formal, tidak sekolah di SMA ataupun kuliah.
" Karena desainnya untuk pekerja," kata dia.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan insentif penerima kartu prakerja yang semula Rp650 ribu menjadi Rp1 juta selama 4 bulan ke depan. Pemerintah, kata dia, telah mengalokasikan anggaran Rp 10 triliun untuk kartu prakerja.
" Sehingga nanti setiap peserta kartu prakerja akan diberikan honor insentif Rp 1 juta per bulan selama 3 sampai 4 bulan," kata dia.
Dream – Pemerintah berencana membagikan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) terkait dampak virus corona, Covid-19, agar daya beli masyarakat bisa meningat.
“ Kami menyiapkan bantuan sosial melalui BLT untuk meningkatkan daya beli kelompok terdampak,” kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono, dalam live streaming konferensi pers di akun Youtube BNPB, Kamis 26 Maret 2020.
Ada tiga kelompok masyarakat yang akan mendapatkan dana BLT. Pertama, masyarakat dengan rumah tangga termiskin. Akan ada sekitar 15 juta rumah tangga yang akan mendapatkan dana ini. Datanya berasal dari program sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai dari Kementerian Sosial.
“ Ke dua, bantuan BLT untuk komunitas terdampak. Seperti yang kita tahu wabah Covid-19 ini yang paling terdampak adalah masyarakat perkotaan, terutama DKI Jakarta,” kata Susiwijono.
![]()
Untuk kelompok ini, pemerintah menyasar pekerja informal, seperti warung dan toko kecil serta pedagang pasar. Pemerintah juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan asosiasi pedagang pasar.
Ke tiga, pengemudi transportasi online, seperti ojek online. Pemerintah telah meminta data dari Gojek dan Grab untuk pengemudi yang terdampak. Pemerintah juga akan menyasar pekerja harian di mal dan pusat perbelanjaan.
“ Kami menghubungi APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia) untuk mendata pekerja informal harian untuk mendapatkan BLT dalam rangka meningkatkan daya beli,” kata dia.
Dream – Pemerintah akan melonggarkan cicilan bagi pengusaha mikro, kecil, dan menengah. Tak hanya itu, pemerintah juga akan memperingan skema kredit bagi tukang ojek dan sopir taksi unuk memenuhi cicilan kendaraan.
Keringanan ini diberikan terkait dampak virus corona terhadap perekonomian, termasuk sumber penghasilan.
“ Saya telah mendengar adanya keluhan dari usaha-usaha mikro dan usaha kecil mengenai kesulitan yang mereka hadapi sebagai dampak dari pandemi Covid-19,” tulis Jokowi di akun Instagramnya, @jokowi, Selasa 24 Maret 2020.
![]()
Jokowi mengaku sudah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang kelonggaran kredit bagi pengusaha mikro dan kecil untuk kredit di bawah Rp10 miliar. Baik berupa pinjaman yang disalurkan perbankan maupun lembaga keuangan nonbank.
“ Terhadap nasabah usaha mikro dan usaha kecil akan diberikan penundaan cicilan sampai satu tahun dan juga penurunan bunga,” kata dia.
Kemudahan kredit ini juga berlaku bagi tukang ojek, sopir taksi, dan nelayan, yang sedang mengangsur kendaraan, baik itu mobil, motor, atau perahu. Jokowi meminta mereka tak perlu khawatir dengan cicilan.
“ Telah diberi kelonggaran berupa relaksasi pembayaran bunga dan angsuran selama satu tahun,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya