Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia (Instagram/bahlillahadalia)
Dream - Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, mengatakan, pemerintah saat ini belum menentukan besaran subsidi bagi pembeli kendaraan listrik, baik untuk jenis mobil maupun motor.
" Kita lagi hitung (besaran subsidi untuk pembelian kendaraan listrik)," kata Bahlil di Yogyakarta, Kamis 15 Desember 2022.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah merinci besaran subsidi atau insentif pembelian kendaraan listrik oleh pemerintah ditaksir mencapai Rp80 juta.
Namun menurut Bahlil, hitungan yang disampaikan Agus Gumiwang belum akurat dan belum disahkan oleh pemerintah.
" Tidak ada itu, kok wartawan lebih paham. Informasi itu masih belum akurat. Itu hitung-hitungannya, tapi kan belum pasti. Ya kisarannya mungkin bisa saja, tapi kan belum pasti. Kita lagi (akan) memutuskan," sambung Bahlil.
Diketahui hitungan yang dirinci oleh Agus Gumiwang yakni untuk pembelian mobil listrik sebesar Rp80 juta, mobil listrik hybrid akan diberikan insentif Rp40 juta. Sementara untuk motor listrik baru akan diberikan sekitar Rp8 juta dan untuk motor listrik konversi Rp5 juta.
Bahlil membeberkan pemerintah sedang menggodok aturan yang berkaitan dengan insentif pengembangan ekosistem kendaraan listrik, baik itu EV baterai maupun kendaraan listriknya.
" Kalau kita mau investasinya cepat bisa masuk ya paling lambat awal tahun depan harus sudah clear. Sekarang, Ibu Menteri Keuangan sedang menghitung (insentif pengembangan ekosistem kendaraan listrik) secara baik," ungkap Bahlil.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam