Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sering Datang Terlambat, Sahabat Dream? (Foto: Shutterstock)
Dream – Kamu termasuk tipe orang ngaret. Saat masuk kerja atau atau menghadiri pertemuan, si tukang ngaret pasti selalu datang terlambat. Apakah kebiasaan itu buruk untuk karier masa depan?
Ternyata tak semuanya berdampak negatif. Sebuah studi mengejutkan menunjukan ada sisi posisi dari si Tukang Ngaret.
Dilansir dari Liputan6.com, Senin 11 Juni 2018, sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa orang yang datang terlambat ternyata optimistis dan tidak realistis. Mereka sangat yakin bisa mengerjakan banyak pekerjaan tanpa terburu-buru.
Sikap optimistis ini juga berdampak pada produktivitas dan kesuksesan. Sebuah studi menunjukkan rasa optimistis bisa mendorong para sales menjual produk 88 persen lebih banyak.
Malah orang yang sering datang terlambat ini merupakan orang yang perfeksionis. Mereka tak mau meninggalkan rumah dalam keadaan berantakan atau meninggalkan kantor dengan sejumlah pekerjaan yang tersisa.
Pakar manajemen waktu, Linda Sapadin, mengatakan orang yang sering telat juga bsia disebut sebagai spesialis dalam mengatur waktu. Dalam sebuah studi, orang yang sering datang terlambat, bisa mandi, berbelanja, mengambil pakaian di laundry, dan menjemput anak dalam waktu sejam. Ini merupakan penentuan jadwal yang sangat optimis.
Para peneliti di Harvard Medical School juga mengatakan pola pikir optimis di orang yang sering terlambat, bisa memicu tubuh lebih sehat dan bisa menurunkan tingkat kematian dini. Malah, orang yang sering datang terlambat, cenderung jarang merasa stres karena tak terlalu memikirkan deadline dan bekerja secara tenang.
(Sumber: Liputan6.com/Siska Amelie F. Deil)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya