Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sejumlah Pengurus Komunitas Tebu, Komunitas Jarang Pulang, Komunitas PPSS Dan Laskar Bengawan Saat Menyambangi Dan Memberikan Donasi Kepada Sulami, Gadis "Manusia Kayu" Di Rumah Kecilnya Di Selorejo, Kedawung, Minggu (8/1/2017). (Foto: Joglosema
Dream - Kisah inspiratif datang dari seorang gadis asal Dukuh Selorejo, Mojokerto, bernama Sulami (35). Di tengah keterbatasan fisiknya yang nyaris tak bisa kemana-mana, Sulami pantang menyerah.
Kondisi Sulami memang memprihatinkan. Ia menderita penyakit aneh sudah sejak lama. Sebagian besar anggota tubuhnya sama sekali tak bisa digerakkan. Sebab itu pula ia dijuluki " manusia kayu" .
Namun kondisi tersebut tak lantas membuat Sulami menyerah, diam saja, menghabiskan seluruh waktunya hanya dengan berbaring di tempat tidur. Ia masih menyempatkan diri untuk belajar membuat kerajinan tangan.
Hebatnya, tanpa melihat karena kepala maupun lehernya tak bisa digerakkan, ia dengan mahir bisa membuat kerajinan tangan kecil-kecilan. Mulai dari tas tangan rajutan dari manik, pin hingga bros.
" Saya belajar sendiri. Ini untuk mengisi waktu karena saya nggak bisa kemana-mana," kata Sulami dikutip dari joglosemar.co, Rabu, 11 Januari 2017.
© Dream
Sulami mengaku kerajinan kecil-kecilan itu sengaja ia tekuni untuk menghilangkan kejenuhan lantaran selama berpuluh tahun ia hanya terbaring di tempat tidur. Hasil kerajinan yang ia buat, akan diberikan untuk teman-temannya yang kadang datang menjenguk.
" Kalau ada yang mau beli, ya saya kasih. Tapi kebanyakan saya berikan untuk kenang-kenangan kalau ada teman yang datang," ujarnya.
Tak hanya itu, gadis yang mengenakan hijab tersebut ternyata juga sangat rajin menjalankan ibadah sholat hingga membaca Alquran. Meski sulit bergerak, Sulami tak ingin meninggalkan kewajibannya sebagai muslimah. Meski harus sholat dengan cara berbaring atau sesekali dengan berdiri disertai bantuan tongkat.
(Sumber: joglosemar.co)
© Dream
Dream - Meninggal saat mendirikan sholat menjadi idaman bagi umat Islam. Ada keutamaan tersendiri yang diyakini umat Islam, yaitu meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.
Seperti yang terjadi pada H Miftah Arifin, warga Kauman Lawang, Malang, Jawa Timur. Pria yang dikenal sebagai pemandi jenazah ini wafat dalam sujudnya saat Sholat Isya berjamaah di masjid.
Kisah ini diceritakan oleh Yuni Rusmini melalui akun Facebook pada Rabu dini hari.
" Meninggal dalam keadaan sujud. H Miftah Arifin warga Kauman Lawang, Malang Jatim yg biasa memandikan jenazah warga lain, semalam (Selasa 3-1-17) wafat di saat sujud terakhir pada sholat ba'dal isya'," tulis Yuni, diakses pada Kamis, 5 Januari 2017.
Menurut Yuni, saat Sholat Isya, Miftah terlihat biasa saja. Tak menunjukkan tanda-tanda sakit. Setelah sholat, sebagian jemaah bubar, lainnya ada yang sholat ba'diah Isya, termasuk Pak H Miftah Arifin.
" Namun setelah masjid mau ditutup petugas, beliau tdk bangkit dari sujudnya dan ternyata, inna lillahi wa inna ilaihi rojiun," tambah Yuni.
Mengutip hadis Rasulullah SAW, " Seseorang kelak akan wafat, tergantung perbuatan yg ia biasakan saat hidup" , Yuni ingin menunjukkan Miftah meninggal sesuai kebiasaannya, sholat berjamaah.
Apa yang dialami Miftah mungkin sama dengan yang terjadi pada Khalifah Umar bin Khattab yang meninggal terbunuh saat mengimami Sholat Subuh dan membaca Surat Al Anfaal. Demikian pula yang terjadi pada Khalifah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib yang meninggal terbunuh saat membaca Alquran.
" Begitu siapnya para khulafur Rasyidin ini dalam menyambut kematian. Mari siapkan diri kita sebelum ajal menjemput dg amalan-amalan shaleh."
" Yaa Allah semoga meninggalnya kita dlm keadaan taqorrub kepadaMU dan dlm keadaan Khusnul Khatimah. Aamin.........," tulis Yuni.
© Dream
© Dream
Unggahan tersebut disukai oleh 6.500 pengguna Facebook lainnya. Selain itu, unggahan tersebut telah dibagikan sebanyak 7.361 kali dan mendapat 6.377 komentar dari pengguna Facebook.
" Innalillahi wainnailaihi rojiun semoga khusnul khotimah amal ibadah diterima Alloh swt semua kehilafanya dimaafkan menjadi penduduk syurga Alloh swt Amin yarabbal alamin," tulis pemilik akun Saiful Bahri.
" Subhanallah..... Inginku seperti beliau.... Berpulang disaat beribadah....," tulis pemilik akun Ikma Oi van Sampit.
" Aamiin,semoga khusnul khotimah,dan semoga aku berpulang seperti beliau aamiin," tulis pemilik akun Krishna Sugiwardhana.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya