Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ternyata, Ada Juga Saran Keuangan Yang Buruk Yang Diberikan Orang Tua. (Foto: CheatSheet)
Dream – Dalam keluarga, orang tua berperan sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Banyak hal yang diajarkan orang tua kepada anak mereka.
Salah satunya adalah masalah keuangan.
Orang tua pun punya tujuan tersendiri memberikan pengajaran finansial kepada anak-anaknya, yaitu sang anak diharapkan bisa terbebas dari masalah keuangan. Tapi, tanpa mereka sadari, rupanya ada juga, lho, tips keuangan yang sebaiknya tidak boleh ditiru.
Dilansir dari CheatSheet, Rabu 11 Januari 2017, tips yang pertama adalah membelanjakan uang tanpa perencanaan. Orang tua kita terkadang mengacu pada tips keuangan seperti meminta anak kuliah sehingga mendapatkan pekerjaan yang baik, menghargai diri sendiri dengan mobil super mewah, beli rumah, dan mencari pasangan hidup untuk membangun keluarga kecil.
Nah, hal-hal ini membuat pengeluaran menjadi tidak pasti. Sebaiknya, orang tua tidak terlalu menekankan anaknya untuk meniru mereka. Ingat, apa yang berhasil kepada orang tua, belum tentu juga sukses kepada sang anak. Misalnya, bisa jadi sang anak bangkrut sebelum mendapatkan pekerjaan yang baik. Belum lagi harga rumah yang tinggi dan tidak bisa dibeli oleh sang anak.
Tips yang kedua yang harus dihindari adalah tidak berbicara masalah keuangan dengan pasangan atau dengan anak. Pernahkah orang tua berbicara tentang masalah finansial? Seberapa sering? Mungkin, masalah keuangan jarang, bahkan tidak pernah dibicarakan. Mereka beranggapan masalah keuangan adalah hal yang tabu, terutama membicarakan pengeluaran yang dirahasiakan. Padahal, pengeluaran inilah yang berpotensi untuk merusak tabungan.
Sebuah survei dari GoBankingRates.com menunjukkan bahwa pengeluaran semacam itu adalah masalah populer kedua untuk menghancurkan tabungan. Ada 36 persen responden yang mengatakan bahwa rahasia masalah keuangan menjadi penghancur terbesar hubungan dengan pasangab, di samping banyaknya utang (32,6 persen), menjadi pemurah (19,8 persen), dan jejak rekam kredit yang buruk (18,2 persen).
Survei tersebut juga menunjukkan bahwa pria lebih peduli terhadap pengeluaran pasangannya terhadap wanita. Ada 27,2 persen pria yang peduli terhadap pengeluaran pasangannya, sedangkan 20,2 persen wanita peduli terhadap pengeluaran pasangannya.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya