5 Penyebab Bangkrut Menurut Ajaran Rasulullah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 22 Desember 2016 12:15
5 Penyebab Bangkrut Menurut Ajaran Rasulullah
Sering beribadah, namun usaha terus gulung tikar. Inikah penyebabnya?

Dream – Orang bangkrut itu ibarat orang yang punya sebuah guci yang tidak terawat. Padahal, isi guci itu adalah kepingan emas. Namun, guci tersebut tidak terawat dengan baik.

Alhasil, guci itu tumpah dan pecah, sehingga isinya bertebaran dan diambil orang. Si pemilik guci berisi emas ini pun tidak mendapatkan manfaat dari keduanya.

Menurut pandangan lain, orang bangkrut juga bisa dikatakan rugi setelah menanam modal untuk usaha. Tapi, usaha itu tidak bisa memberikan hasil, bahkan modal yang ditanam pun lenyap, sehingga membuat kondisi mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan materi.

Ternyata ajaran Islam pun menjelaskan tentang bangkrut. Bahkan Rasulullah memberikan pegangan bagi umatnya mengenai kebangkrutan.

Bagaimana arti orang bangkrut menurut Rasulullah SAW?

Rasulullah SAW menjelaskan secara gambling tentang definisi orang yang bangkrut. Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah R. A, Rasullah SAW bersabda, “ Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu? Mereka menjawab, ‘Menurut kami, orang yang bangkrut adalah orang yang tidak mempunyai uang maupun harta’. Beliau (Rasulullah) bersabda, ‘Sesungguhnya orang yang bangkrut di antara umatku ialah orang yang pada hari kiamat datang dengan membawa pahala sholat, puasa, dan zakat. Tetapi, ia juga pernah mencela orang, menuduh orang berzina, memakan harta orang, menumpahkan darah orang, dan memukul orang. Maka kebaikannya diberikan kepada orang-orang itu (yang dizalimi). Jika kebaikannya telah habis sebelum tanggungannya ditunaikan, maka dosa orang-orang tersebut diambil dan dilemparkan kepadanya (yang menzalimi). Lalu, dilemparkan ia ke neraka.” (H.R. Imam Muslim).

Lalu, apa saja penyebab bangkrut meskipun ibadah tak pernah putus?

1 dari 3 halaman

Beribadah tetapi Gampang Mencela

Sungguh merugi orang yang mencampurkan perkara bagus dengan ucapan tercela. Ibarat bibit tanaman yang sudah ditanam dan tumbuh subur, namun ditaburi racun sehingga merusak tanaman tersebut. Apakah itu akan menuai hasil?

Begitu pula dengan mereka yang kerap mencela orang, apalagi dengan kata-kata yang menyakitkan. Pahala ibadah yang mereka lakukan, dapat terhapuskan dan diambil oleh orang-orang yang mendapat celaan tersebut sehingga keberuntungan yang sebenarnya mereka peroleh sudah terkikis habis. Mereka menjadi golongan orang bangkrut karena amal ibadah di dunia tidak mampu menjadi tanjakan untuk untuk kebahagiaan di akhirat.

2 dari 3 halaman

Beribadah tapi Menuduh Orang Berzina

Bagi setiap mukmin, tentu tidak diperkenankan sembarangan menuduh orang berbuat keji, terlebih melontarkan orang berbuat zina. Jika seseorang menuduh orang lain berbuat zina, sia-sialah seluruh amal ibadah mereka di dunia.  

3 dari 3 halaman

Beribadah tapi Makan Harta Orang Lain

Dunia acapkali membuat seseorang menjadi buta. Ketika kecintaannya akan dunia sudah melampaui batas sehingga menguasai pikirannya, dia akan cenderung mendorong hati dan pikiran manusia untuk menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Setelah pikiran dan hatinya tertipu oleh perkara duniawi, maka… Selengkapnya baca di sini.

 

Kirimkan tulisan atau kisah yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Beri Komentar