Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Ditutup Berlawanamm Hari Ini.
Dream - Indeks syariah ditutup berlawanan pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa 10 Januari 2017. Aksi beli investor jelang penutupan gagal mendorong Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ke zona hijau.
Nasib lebih baik dialami indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang berhasil menguat tipis jelang penutupan perdagangan.
Tekanan sentimen negatif dari pelemahan bursa regional memicu munculnya aksi ambil untung (profit taking) investor.
ISSI tercatat ditutup melemah 0,011 poin (0,01%) ke level 173,038. Sebaliknya, indeks JII yang berisi 30 emiten unggulan syariah ditutup menanjak 0,501 poin (0,07%) ke level 701,109.
Mengawali perdagangan, ISSI dibuka menguat dan menyentuh level tertinggi di 173,257. Namun munculnya aksi jual investor perlahan-lahan mendorong ISSI masuk zona merah. Pelemahan ini berlangsung sampai sesi penutupan meski aksi beli sempat muncul.
Transaksi perdagangan saham syariah sampai sesi paska penutupan mencapai 57,43 miliar saham dengan transaksi mencapai Rp2,8 triliun.
Investor asing yang kemarin sempat melakukan aksi beli, kali ini berbalik melepas portofolionya. Nett sell asing pada saham syariah tercatat melonjak menjadi Rp237 miliar.
Indeks sektoral yang menjadi penggerak utama perdagangan hari ini berasal dari emiten sektor pertanian yang naik 0,72 persen, diikuti industri dasar 0,55 persen dan keuangan 0,38 persen.
Sementar saham pertambangan yang sempat melonjak akibat sentimen kenaikan harga minyak mentah justru kembali mengalami tekanan. Indeks sektor pertambangan terkoreksi 0,61 persen Koreksi juga dialami indeks sektor infrastruktur yang melemah 0,52 persen dan perdagangan 0,86 persen.
Emiten unggulan syariah yang menjadi top gainer kali ini dihuni AKRA yang harganya naik Rp300, disusul AALI Rp175, INDF Rp150, WIKA Rp110, dan LPPF Rp100.
Sebaliknya, emiten syariah top loser adalah INTP yang harga sahamnya turun Rp200, SILO Rp125, BSDE Rp55, SMRA Rp50, dan UNVR Rp50.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah justru bergerak menguat 63 poin atau 0,47 persen. Kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup di level Rp13.297 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya