CONNECT WITH US!
CONNECT WITH US!

Sektor Tambang Membara, Indeks Syariah Menguat

Reporter : Arie Dwi Budiawati | Jumat, 6 Januari 2017 16:50
Indeks Syariah Kompak Menguat Pada Akhir Pekan.
Indeks pertambangan jadi primadona perdagangan.

Dream - Pekan pertama perdagangan di tahun 2017 ditutup indeks syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan manis. Disokong saham sektor pertambangan yang sedang membara, dua indeks acuan saham syariah kompak ditutup menguat.

Munculnya kembali aksi beli pemodal asing menjadi tambahan energi bagi laju Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII),

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Jumat 6 Januari 2017, indeks ISSI menguat 0,865 poin (0,50%) ke level 173,694. Indeks saham bluechip syariah, JII, juga melaju 3,430 poin (0,49%) ke level 703,871.

Laju ISSI di jalur positif berlangsung mulus sejak sesi pembukaan. Dibuka menguat di level 172,979, ISSI sempat menyentuh level tertingginya di posisi 173,885. Laju penguatan ISSI sedikit mengalami koreksi di sesi kedua. 

Kondisi sebaliknya terjadi pada indeks bluechips syariah, JII. Dibuka menguat, 30 penghuni indeks keping biru syariah ini justru sempat terkoreksi ke level 700.179. 

Hingga sesi paska penutupan perdagangan, pelaku pasar mentransaksikan 50,03 miliar saham syariah dengan nilai Rp2,54 triliun. Pemodal asing tercatat membukukan nett buy sebesar Rp68 miliar dengan Rp 27,26 miliar terjadi pada saham-saham bluechips syariah.

Kembali maraknya aksi beli ini membuat 115 emiten syariah menutup perdagangan di zona hijau. Sisanya, sebanyak 68 saham syariah mencetak koreksi harga dan 75 lainnya bertahan stagnan.

Munculnya kabar kenaikan harga minyak mentah dunia membawa angin positif bagi saham-saham di sektor pertambangan. Indeks sektor ini di BEI melonjak 1,25 persen dan diikuti oleh infrastruktur yang naik 0,97 persen.

Meski saham pertambangan jadi incaran, top gainer indeks saham bluechips syariah justru dihuni saham LPPF yang menguat Rp275, PTBA Rp225, INCO Rp90, PTPP Rp90, dan SILO Rp75.

Sementara emiten-emiten top loser JII hari ini diisi UNTR yang turun Rp275, INTP Rp100, SMGR Rp100, ICBP Rp50,dan PGAS Rp20.

Di pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS justru bergerak melemah 30 poin atau 0,22 persen. Kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup di harga Rp13.372 per dolar AS.(Sah)

Tempat #NongkrongAsik di Jakarta Selatan

Rekomendasi Pilihan



Sektor Tambang Membara, Indeks Syariah Menguat

Jumat, 6 Januari 2017 16:50

Indeks pertambangan jadi primadona perdagangan.

Modisnya Rina Nose Saat Berlibur ke Korea

Jumat, 6 Januari 2017 16:42

Rina Nose terlihat sangat modis ketika berlibur ke Korea.

Alasan Pertamina Naikkan Harga Pertamax

Jumat, 6 Januari 2017 16:28

Kemarin, Pertamina menaikkan harga pertamax Rp300 per liter.

Iseng Dorong Pemain dari Kereta, Fans Bola Ini pasti Menyesal

Jumat, 6 Januari 2017 16:02

Empat pendukung klub sepakbola asal Inggris itu dinyatakan bersalah melakukan tindakan rasial di Paris Metro.

Pengakuan Mengejutkan Dugaan Selingkuh Bupati & Istri Polisi

Jumat, 6 Januari 2017 15:47

Hubungan Bupati AY dan FY ternyata sudah terjalin sejak lama. Keduanya bahkan mengaku sudah....

Perampok Pulomas Ingin Minta Maaf, Ini Alasannya

Jumat, 6 Januari 2017 15:35

Pengacara perampokan Pulomas mengungkapkan Ius Pane ingin menyampaikan langsung permintaan maaf itu.

Heboh Tarif Listrik 900 Watt Naik, Ini Penjelasan Bos PLN

Jumat, 6 Januari 2017 15:14

Pencabutan subsidi listrik 900 VA ini berlaku untuk pelanggan yang mampu.