Indeks Syariah Tutup 2016 di Zona Negatif

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 30 Desember 2016 16:47
Indeks Syariah Tutup 2016 di Zona Negatif
Sektor konsumer terkoreksi paling dalam.

Dream - Usai menguat selama beberapa hari, indeks syariah justru melemah pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat 30 Desember 2016 sekaligus penutupan perdagangan di tahun 2016.

Investor tampaknya menahan diri untuk melantai mengingat libur panjang akhir tahun. Pemodal memilih memasang posisi untuk pembukaan perdagangan tahun 2017. 

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 30 Desember 2016, Dua indeks syariah juga kompak turun ke zona merah. Indeks saham bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), tercatat melemah 2,006 poin (0,29%) ke level 694,127.

Sementara Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup di level 172,077 atau melemah 0,273 poin (0,16%).

Selama perdagangan, 74,32 miliar lembar saham syariah diperjualbelikan dengan nilai transaksi mencapai Rp4,77 triliun.

Kedua indeks acuan saham syariah di pasar modal Indonesia ini sebetulnya mengawali perdagangan di zona hijau. Namun aura libur panjang akhir tahun sepertinya mendorong investor menahan diri masuk pasar. Alhasil, penguatan yang terjadi pun berbalik melemah. 

Mayoritas indeks sektoral bergerak melemah. Tercatat, enam indeks sektoral berada di zona merah dengan koreksi terdalam dicetak indeks barang konsumsi yang turun 1,82 persen, diikuti oleh manufaktur 0,94 persen, dan industri dasar 0,69 persen.

Sebaliknya, indeks sektoral yang menjadi motor perdagangan adalah diantaranya industri dasar yang menguat 1,74 persen, perdagangan 1,2 persen, dan keuangan 0,36 persen.

Emiten-emiten unggulan syariah yang menhuni top gainer di akhir perdagangan 2016 ini adalah UNTR yang menguat Rp300, ASII Rp150, INDF Rp75, MIKA Rp60, dan TLKM Rp40.

Sementara top loser indeks JII dihuni UNVR yang harganya sahamnya turun Rp1.200. Disusul AALI Rp475, SILO Rp400, SMGR Rp225, dan INTP Rp75.

Berbeda dengan bursa saham, kurs rupiah di pasar uang justru mencetak penguatan di akhir perdagangan 2016. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup di level Rp13,410 per dolar AS atau naik tipis 23 poin (0,17%). 

(Sah)

Beri Komentar