Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

BKKBN Bidik Opini WTP untuk Laporan Keuangan 2016

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 11 Januari 2017 13:45
BKKBN Bidik Opini WTP untuk Laporan Keuangan 2016
Berbagai upaya mereka tempuh, seperti...

Dream – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menargetkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada laporan keuangan 2016. Hal ini diungkapkan oleh Ketua BKKN, Surya Chandra Surapaty.

“ Diharapkan pada tahun 2016, BKKBN akan mendapatkan penilaian opini dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Tahun Anggaran 2016, yaitu Wajar Tanpa Pengecualian,” kata Surya di Bekasi, Jawa Barat, Rabu 11 Januari 2017.

Untuk mencapai target tersebut dapat tercapai, kata dia, perlu ada kerja keras yang melibatkan seluruh satuan kerja di BKKBN. Langkah itu dilakukan dengan menyelesaikan temuan pemeriksaan BPK RI, mengelola dana APBN dan aset secara bijaksana, efektif, dan efisien sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta meningkatkan sistem pengendalian intern (SPI).

Para penanggung jawab laporan keuangan pejabat akuntansi dan operator pun perlu meyakini, merenungi dan menerapkan nilai-nilai revolusi mental dengan baik.

“ Seluruh aktivitas kita dalam bekerja mutlak mencerminkan nilai-nilai revolusi mental, yaitu integritas, etos kerja, dan gotong-royong,” kata dia.

Surya mengungkapkan BKKBN sebelumnya mendapatkan predikat Wajar dengan Pengecualian untuk laporan keuangan 2014 dan 2015. Diakuinya masih ada beberapa permasalahan yang harus diselesaikan, seperti kesalahan penggunaan anggaran kegiatan dan kodefikasi BMN, pencatatan dan penatausahaan barang persediaan belum tertib, serta penyajian belanja dan pendapatan aktual belum secara serentak dan dilakukan oleh seluruh satan kerja.

Sekadar informasi, semuanya ini disampaikan dalam pertemuan Rekonsiliasi Laporan Keuangan dan BMN Semester II Tahun Anggaran 2016 yang berlangsung sejak Senin 9 Januari 2017-Jumat 13 Januari 2017. Acara yang digelar di Hotel Santika Premiere, Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, ini dihadiri oleh 252 peserta yang terdiri dari Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi sampai jajaran di biro keuangan dan pengelolaan BMN. (Sah)

Beri Komentar