Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Mengincar Opini WTP Untuk Laporan Keuangan 2016. (Foto: BKKBN)
Dream – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menargetkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada laporan keuangan 2016. Hal ini diungkapkan oleh Ketua BKKN, Surya Chandra Surapaty.
“ Diharapkan pada tahun 2016, BKKBN akan mendapatkan penilaian opini dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Tahun Anggaran 2016, yaitu Wajar Tanpa Pengecualian,” kata Surya di Bekasi, Jawa Barat, Rabu 11 Januari 2017.
Untuk mencapai target tersebut dapat tercapai, kata dia, perlu ada kerja keras yang melibatkan seluruh satuan kerja di BKKBN. Langkah itu dilakukan dengan menyelesaikan temuan pemeriksaan BPK RI, mengelola dana APBN dan aset secara bijaksana, efektif, dan efisien sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta meningkatkan sistem pengendalian intern (SPI).
Para penanggung jawab laporan keuangan pejabat akuntansi dan operator pun perlu meyakini, merenungi dan menerapkan nilai-nilai revolusi mental dengan baik.
“ Seluruh aktivitas kita dalam bekerja mutlak mencerminkan nilai-nilai revolusi mental, yaitu integritas, etos kerja, dan gotong-royong,” kata dia.
Surya mengungkapkan BKKBN sebelumnya mendapatkan predikat Wajar dengan Pengecualian untuk laporan keuangan 2014 dan 2015. Diakuinya masih ada beberapa permasalahan yang harus diselesaikan, seperti kesalahan penggunaan anggaran kegiatan dan kodefikasi BMN, pencatatan dan penatausahaan barang persediaan belum tertib, serta penyajian belanja dan pendapatan aktual belum secara serentak dan dilakukan oleh seluruh satan kerja.
Sekadar informasi, semuanya ini disampaikan dalam pertemuan Rekonsiliasi Laporan Keuangan dan BMN Semester II Tahun Anggaran 2016 yang berlangsung sejak Senin 9 Januari 2017-Jumat 13 Januari 2017. Acara yang digelar di Hotel Santika Premiere, Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, ini dihadiri oleh 252 peserta yang terdiri dari Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi sampai jajaran di biro keuangan dan pengelolaan BMN. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya