Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan, menawarkan kepemimpinan dalam tata kelola birokrasi di Ibukota. Tetapi, ada persoalan yang mengganjal lantaran Anies sempat dicopot dari jabatan Menteri Pendidikan.
Pertanyaan tersebut muncul kala Anies menghadiri Urun Rembug Pilkada yang digelar Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI), Selasa 10 Januari 2016. Lantas apa jawaban Anies?
Lihat juga berita tentang Anies Baswedan di Liputan6.com
" Waallahualam. Hanya Allah yang tahu," ucap Anies.
" Saya justru mengucapkan, 'terima kasih Bapak Kepala Negara, saya mendapat kehormatan ikut serta menjadi bagian dalam kabinet'," tambah dia.
Anies mengaku tidak mengetahui alasan Presiden Joko Widodo melepaskan posisi Menteri Pendidikan yang dia jabat. Dia pun tidak bertanya kepada Jokowi.
" Ini yang ngomong bukan Jokowi dan Anies. Adab menghormati kepala negara itu harus dijaga," ucap dia.
Menurut Anies, penunjukan dan pencopotan posisi menteri dalam kabinet merupakan persoalan lumrah. Sebab, kata dia, posisi menteri bukanlah dipertimbangkan berdasar kemampuan politis semata.
" Tapi (ada faktor) politis," ucap dia.
Dia pun menantang orang-orang yang hadir untuk membuktikan kinerjanya selama dua tahun menjabat sebagai Menteri Pendidikan. Menurut dia, dalam laporan dua tahunan presiden, kinerja pendidikan mendapat nilai positif.
" Mohon ditunjuk salahnya di mana? Dua tahun laporan presiden, kinerja pendidikan mendapat rapor positif," ujar dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya